Kalender Bali: Hari Dewasa Menentukan Waktu Ritual untuk

Dedi S. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 80 dibaca
Bisik.id
Kalender Bali: Hari Dewasa Menentukan Waktu Ritual untuk

Gambar atau konten salah?

Pada hari Selasa, 21 April 2026, Anggara Pon Ukir mencatat hari-hari yang disebut ala ayuning dewasa menurut kalender Bali. Kalender ini menandai hari-hari yang dianggap baik atau tidak bagi berbagai kegiatan adat dan ritual.

Para masyarakat Hindu di Bali memakai daftar ini untuk memutuskan kapan memulai pekerjaan, membangun, atau melaksanakan upacara. Setiap nama hari membawa arti tertentu yang memengaruhi keputusan sehari‑harinya.

  • Dauh Ayu – Baik untuk membuat awig‑awig, peraturan‑peraturan atau undang‑undang, dan untuk membangun. (Alahing dewasa 2)
  • Alahing dewasa 4 – Baik untuk mulai belajar.
  • Kala Dangu – Tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan, pindah tempat, atau bepergian. (Alahing dewasa 3)
  • Kala Temah – Tidak baik untuk dewasa ayu. (Alahing dewasa 3)
  • Kala Tukaran – Baik untuk memasang jaring/tepis, mapikat (mencari burung), serta memulai melatih atau mengajar burung. (Alahing dewasa 3)
  • Pepedan – Baik untuk membuka lahan pertanian baru, namun tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. (Alahing dewasa 3)
  • Sri Murti – Baik untuk mempersembahkan yadnya kepada Dewi Sri di lumbung. (Alahing dewasa 4)
  • Sri Tumpuk – Baik untuk memcari burung (mepikat). (Alahing dewasa 4)

Di akhir daftar, disebutkan beberapa istilah lain: Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Satria Wibawa, Ekajalaresi: Kinasihaning Jana, Pratiti: Saskara. Meskipun tidak dijelaskan secara detail, istilah-istilah ini biasanya terkait dengan peran atau status dalam komunitas.

Hari-hari ini membantu masyarakat Hindu di Bali menentukan kapan melakukan kegiatan yang dianggap positif atau negatif, sehingga kehidupan sehari‑harinya lebih teratur dan terarah.

Kalender Balihari-hari ala ayuning dewasaAnggara Pon Ukirritual HinduDauh AyuKala DanguPepedanSri Murti

Komentar

Memuat komentar...