Kampung Kusamba Berhenti Pembangunan Fisik, Fokus Pendidikan
Gambar atau konten salah?
Desa Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, memutuskan untuk tidak melanjutkan pembangunan fisik menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2026. Alokasi DD menurun drastis, menjadi Rp 234 juta dibandingkan Rp 619 juta pada tahun 2025.
Dengan populasi 861 jiwa dan 270 KK, desa ini tidak membutuhkan proyek fisik skala besar. Sekretaris Desa (Sekdes) Kampung Kusamba, Samsul Bahri, menjelaskan bahwa kurangnya lahan menjadi kendala utama. Salah satu proyek yang masih dipertimbangkan adalah Tempat Pengolahan Sampah (TPS), namun dapat menunggu.
“Memang pengurangan DD ini cukup terasa dampaknya. Tapi tidak sebesar desa‑desa dengan jumlah penduduk banyak dan luas wilayah yang besar,” kata Samsul pada 29 April 2026.
Walaupun ada kemungkinan mengalokasikan sebagian dari Rp 234 juta untuk pembangunan fisik, Samsul merasa sulit melakukannya dengan skema padat karya. Ia menegaskan bahwa dalam padat karya, 50 persen anggaran digunakan untuk bahan bangunan dan 50 persen lagi untuk upah pekerja. “Baginya, hal itu membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ujarnya.
Oleh karena itu, Desa Kampung Kusamba menyalurkan DD 2026 ke bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Salah satu programnya adalah memfasilitasi kantong pemilahan sampah bagi warga. “Untuk pengadaan kantong sampah ini pernah kami lakukan dulu. Dan berjalan baik. Sekarang kita alokasikan lagi. Meski tentu akan berkurang dari sebelumnya,” terang Samsul.
Penghentian pembangunan fisik dari DD tidak berarti tidak ada pembangunan sama sekali. Samsul menjelaskan bahwa beberapa pekerjaan fisik tetap akan dilakukan, namun anggarannya berasal dari dana bagi hasil pajak kabupaten. “Dengan anggaran segini, kami hanya bisa mengalokasikannya untuk kegiatan rutin di bidang kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Ada juga untuk kegiatan sosial masyarakat. Untuk fisik seperti perbaikan gerbang, dan yang seperti itu ada kita kerjakan dari dana bagi hasil pajak kabupaten,” jelas Samsul.
Penurunan alokasi DD 2026 di Kabupaten Klungkung sangat signifikan. Dari Rp 49,5 miliar pada 2025, turun menjadi Rp 17,09 miliar tahun ini. Akibatnya, 53 desa di empat kecamatan rata-rata menerima DD di bawah Rp 400 juta. Desa Kampung Kusamba termasuk salah satu desa dengan DD terkecil.
Walaupun dana terbatas, desa tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. Dengan memanfaatkan dana bagi hasil pajak, beberapa proyek fisik masih dapat berjalan, sementara sebagian besar anggaran dialokasikan untuk pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
