Kapal Sabuk Nusantara 106 Menabrak Penginapan di Banda Neira
Gambar atau konten salah?
Kapal Motor (KM) Sabuk Nusantara 106 menabrak sebuah penginapan di Pelabuhan Banda Neira, Maluku Tengah. Insiden ini terjadi pada Selasa, 28 April 2026, di kawasan Pelabuhan Banda Neira, Kecamatan Banda. Kapal baru saja tiba dari Amahai dan sedang bersiap bersandar.
“KM Sabuk Nusantara 106 tabrak penginapan hingga mengakibatkan kerusakan parah,” kata warga Banda Neira, Gunawan Ali, kepada media, Selasa (28 April 2026). Ia menjelaskan bahwa sebelum bersandar, kapal hendak melakukan manuver untuk berlabuh namun gagal. Selanjutnya, kapal menabrak sisi kanan penginapan.
Benturan keras membuat sisi kiri bangunan penginapan rusak parah dan tiang pilar nyaris roboh. Satu kapal nelayan yang berada di sekitar lokasi juga ikut terdampak. “Tabrakan itu juga mengakibatkan 1 kapal nelayan ikan tuna rusak,” ungkapnya.
Menurut Kapolsek Banda Iptu Kasim Rahayamtel, pihak kepolisian tengah menyelidiki insiden tersebut. Hasil penyelidikan awal menunjukkan dugaan insiden dipicu oleh kelalaian pihak KM Sabuk Nusantara 106. “Motif dari kejadian ini akibat kelalaian pihak KM Sabuk Nusantara 106,” ujar Iptu Kasim Rahayamtel, tanpa menjelaskan lebih jauh mengenai dugaan kelalaian tersebut.
Polisi juga menyebut adanya gangguan teknis pada kapal. Nakhoda telah berupaya mengendalikan kapal saat masih berjarak sekitar 500 meter dari pelabuhan. “Saat itu, posisi kapal dengan pelabuhan berjarak kurang lebih 500 meter. Nakhoda lalu memundurkan kapal dan mengarahkan kapal sandar kiri di pelabuhan,” kata Iptu Kasim.
Perintah untuk memundurkan kapal ternyata tidak direspons dengan baik oleh sistem mesin. Kapal justru tetap bergerak maju meskipun sudah dilakukan upaya pengendalian. “Nakhoda lalu memerintahkan kepala kamar mesin untuk memundurkan kapal, tetapi kapal tetap bergerak maju karena mesin berputar maju,” bebernya.
Dalam situasi darurat, nakhoda sempat membunyikan sirine sebagai peringatan kepada warga sekitar pelabuhan. Upaya lain juga dilakukan untuk mengurangi laju kapal yang terus bergerak maju. “Saat itu pengendali handle throttle tidak berfungsi dan upaya untuk menghentikan kapal tidak membantu sehingga mengakibatkan kapal menabrak pemukiman warga saat masih bergerak maju,” jelasnya.
Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun kerusakan material terjadi pada bangunan penginapan dan kapal nelayan. “Untuk korban jiwa tidak ada. Tetapi akibat peristiwa tersebut mengakibatkan penginapan kapal nelayan mengalami kerusakan,” jelasnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya prosedur keselamatan dan pemeliharaan mesin pada kapal motor. Kerusakan pada penginapan dan kapal nelayan menambah beban ekonomi bagi warga setempat. Mengetahui bahwa tidak ada korban jiwa, namun kerusakan material tetap menjadi perhatian utama bagi pihak berwenang dalam menilai tanggung jawab dan langkah perbaikan selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Konversi Tanggal Hijriah Juni 2026: 12 Juni Masehi ke 26 Dzulhijjah
Hari Asyura 10 Muharram: Nilai Sejarah dan Amalan 25 Juni
Mitos Malam 1 Suro: Tradisi Jawa dan Pandangan Islam
BMKG Prediksi Awal Kering 2026: 39,7% Wilayah Terpengaruh
Diskresi Partai: Keseimbangan Kekuatan dan Demokrasi Internal
Nenek Jumaria 70, Ikon Makkah 2026, Berhasil Haji
Berita Terbaru
Trans Luxury Hotel Surabaya Harga Promo Rp 999.000
Real Madrid Daftarkan Mourinho Sebagai Pelatih Utama
Ramalan Zodiak 12 Juni: Tips Keuangan Setiap Tanda
Korupsi Pemerintah dan Depresi: Peran Status Sosial di China
BMKG: Hujan Ringan di Lampung Barat dan Pesisir pada 12 Juni
Meksiko Menang 2-0 di Estadio Azteca, Quinones Gol Pembuka
Konversi Tanggal Hijriah Juni 2026: 12 Juni Masehi ke 26 Dzulhijjah
Sithole Blunder dan Kartu Merah, Afrika Selatan Kalah 0‑2
