Karhutla Tekan Sektor Kehutanan, Kontraksi 2,52%

Tika M. · 2 min baca · 4 jam lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Karhutla Tekan Sektor Kehutanan, Kontraksi 2,52%

Gambar atau konten salah?

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia memberikan dampak nyata pada perekonomian. Wilayah Kalimantan menjadi salah satu daerah yang paling merasakan akibatnya.

Deputi Bidang Neraca dan Analis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS), Edy Mahmud, menjelaskan bahwa efek dari karhutla bisa langsung terlihat di sektor kehutanan. Pada kuartal III-2026, sektor ini mengalami kontraksi sebesar 2,52%. Angka ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan kuartal II-2026 yang mencatat pertumbuhan hingga 6,02%.

"Dampak karhutla terhadap pertumbuhan ekonomi memang bisa diamati secara langsung dengan pertumbuhan lapangan usaha sektor kehutanan. Jadi subsektor kehutanan di triwulan III ini kontraksi 2,52%, jauh turun dibandingkan pertumbuhan kuartal II," kata Edy dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, pada Kamis, 05 November 2026.

Penurunan aktivitas ekonomi juga terlihat di daerah-daerah yang terdampak langsung. Pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan melemah menjadi 3,96% pada kuartal III-2026. Sebagai perbandingan, pada periode yang sama di tahun sebelumnya, Kalimantan masih mampu tumbuh 4,68%.

Sulawesi juga mengalami perlambatan. Pertumbuhan ekonominya tercatat 5,68% pada kuartal III-2026. Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan kuartal III-2025 yang mencapai 5,84% secara tahunan.

Wilayah lain menunjukkan tren yang berbeda. Jawa masih mampu tumbuh ke level 5,84%, meningkat dari 5,17% pada periode yang sama tahun lalu. Bali dan Nusa Tenggara tumbuh 6,08%, naik dari 4,72%. Maluku dan Papua juga mencatat pertumbuhan 4,42%, lebih tinggi dibandingkan 3,11% pada kuartal III-2025.

"Di beberapa provinsi yang terdampak memang kalau kita perhatikan pertumbuhannya agak tertahan terutama di daerah seperti Kalimantan ya, khususnya Kalimantan Tengah," ungkap Edy.

Data BPS ini menunjukkan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menghambat roda perekonomian di daerah yang paling parah terkena dampaknya. Sektor kehutanan menjadi indikator awal yang paling jelas menunjukkan tekanan tersebut.

kebakaran hutankarhutlaekonomiKalimantankehutanankontraksipertumbuhan

Komentar

Memuat komentar...