Kasus Gagal Ginjal Naik, Malaysia Terapkan Pajak Manis

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
Kasus Gagal Ginjal Naik, Malaysia Terapkan Pajak Manis

Gambar atau konten salah?

Malaysia melaporkan peningkatan kasus penyakit gagal ginjal kronis, atau Chronic Kidney Disease (CKD), di seluruh negeri. Kondisi ini menimbulkan tekanan besar pada sistem kesehatan publik dan menambah beban bagi pasien yang harus menjalani perawatan jangka panjang.

Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan, menyoroti besarnya tantangan ini. Ia mengatakan peningkatan biaya tidak hanya membebani keuangan negara, tetapi juga berdampak serius terhadap kualitas hidup pasien.

Menurut data, prevalensi CKD di Malaysia naik dari 9 persen pada 01 Januari 2011 menjadi 15,5 persen pada 01 Januari 2025. Setiap hari rata‑rata ada sekitar 28 orang yang didiagnosis mengalami gagal ginjal. Lebih dari lima juta orang hidup dengan penyakit ginjal kronis, namun hanya sebagian kecil yang menyadari kondisi tersebut.

Pejabat kesehatan setempat memperingatkan kemungkinan adanya “ledakan” kasus gagal ginjal kronis. Jika tren ini terus berlanjut, lebih dari 106 ribu warga Malaysia diperkirakan akan membutuhkan dialisis pada 01 Januari 2040.

Dr Dzulkefly Ahmad menekankan bahwa banyak kasus CKD juga disertai komplikasi penyakit lain, salah satunya diabetes. Dengan kondisi seperti ini, pasien yang hanya mengandalkan dialisis saja tidak cukup karena tidak menyentuh akar penyebab penyakit.

Untuk pencegahan, pemerintah Malaysia telah mengambil langkah. Salah satunya adalah menaikkan pajak minuman berpemanis (sugar‑sweetened beverages/SSB) menjadi 90 sen per liter sejak 01 Januari 2025.

Langkah ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi minuman manis, yang menjadi faktor risiko utama bagi perkembangan diabetes dan, pada gilirannya, CKD. Pemerintah juga mendorong program screening rutin dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat.

Dengan kombinasi kebijakan fiskal, program pencegahan, dan peningkatan layanan kesehatan, Malaysia berusaha mengendalikan lonjakan kasus gagal ginjal kronis. Namun, tantangan tetap besar, mengingat tingkat prevalensi yang terus meningkat dan kebutuhan akan perawatan dialisis yang semakin tinggi.

CKDgagal ginjal kronispemerintah Malaysiapajak minuman manisdialisisprevalensidiabetesscreening rutin

Komentar

Memuat komentar...