Kasus Gagal Ginjal Naik, Malaysia Terapkan Pajak Manis
Gambar atau konten salah?
Malaysia melaporkan peningkatan kasus penyakit gagal ginjal kronis, atau Chronic Kidney Disease (CKD), di seluruh negeri. Kondisi ini menimbulkan tekanan besar pada sistem kesehatan publik dan menambah beban bagi pasien yang harus menjalani perawatan jangka panjang.
Datuk Seri Dr Dzulkefly Ahmad, Menteri Kesehatan, menyoroti besarnya tantangan ini. Ia mengatakan peningkatan biaya tidak hanya membebani keuangan negara, tetapi juga berdampak serius terhadap kualitas hidup pasien.
Menurut data, prevalensi CKD di Malaysia naik dari 9 persen pada 01 Januari 2011 menjadi 15,5 persen pada 01 Januari 2025. Setiap hari rata‑rata ada sekitar 28 orang yang didiagnosis mengalami gagal ginjal. Lebih dari lima juta orang hidup dengan penyakit ginjal kronis, namun hanya sebagian kecil yang menyadari kondisi tersebut.
Pejabat kesehatan setempat memperingatkan kemungkinan adanya “ledakan” kasus gagal ginjal kronis. Jika tren ini terus berlanjut, lebih dari 106 ribu warga Malaysia diperkirakan akan membutuhkan dialisis pada 01 Januari 2040.
Dr Dzulkefly Ahmad menekankan bahwa banyak kasus CKD juga disertai komplikasi penyakit lain, salah satunya diabetes. Dengan kondisi seperti ini, pasien yang hanya mengandalkan dialisis saja tidak cukup karena tidak menyentuh akar penyebab penyakit.
Untuk pencegahan, pemerintah Malaysia telah mengambil langkah. Salah satunya adalah menaikkan pajak minuman berpemanis (sugar‑sweetened beverages/SSB) menjadi 90 sen per liter sejak 01 Januari 2025.
Langkah ini diharapkan dapat menurunkan konsumsi minuman manis, yang menjadi faktor risiko utama bagi perkembangan diabetes dan, pada gilirannya, CKD. Pemerintah juga mendorong program screening rutin dan edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini dan gaya hidup sehat.
Dengan kombinasi kebijakan fiskal, program pencegahan, dan peningkatan layanan kesehatan, Malaysia berusaha mengendalikan lonjakan kasus gagal ginjal kronis. Namun, tantangan tetap besar, mengingat tingkat prevalensi yang terus meningkat dan kebutuhan akan perawatan dialisis yang semakin tinggi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini Setelah Usia 30-an
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini, Mata Kiri Hampir Buta
Tantangan Teka‑Teki Matematika: Uji Pola dan Logika Anda
Air Putih Lebih Menarik: Tambah Lemon, Mint, Chia, Garam
Serangan Jantung Malam: Gejala, Penyebab, dan Pencegahan
Bolot Di ICU, Komedian Terus Pantau Jantung Setelah Serangan
Berita Terbaru
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini Setelah Usia 30-an
Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%
Harga Emas Antam Palembang Naik Tipis 2.000 Rupiah
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
