Kecemasan Lomba Bikin Pelari Sulit Tidur, Mules Terjadi

Hari W. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 72 dibaca
Bisik.id
Kecemasan Lomba Bikin Pelari Sulit Tidur, Mules Terjadi

Gambar atau konten salah?

Hari lomba bagi para pelari seringkali menjadi titik fokus terbesar dalam persiapan mereka. Sepatu karbon sudah terikat rapat, jersey kebanggaan terpasang, dan bib di dada menandai kesiapan. Tujuan utama satu‑satunya adalah menembus Personal Best, atau rekor waktu pribadi.

Namun bagi sebagian orang, target itu justru berubah menjadi beban mental. Kecemasan membuat sulit tidur di malam sebelumnya, bahkan menimbulkan kegugupan ketika menapaki lintasan. Akibatnya, muncul kondisi tak terduga seperti perut mules dan dorongan tak tertahankan untuk ke toilet.

Menurut spesialis kedokteran olahraga, dr. Antonius Andi Kurniawan, SpKO, ada hubungan langsung antara kegugupan dan mules. “Anxiety pre-race mengaktifkan sistem saraf simpatis bahkan sebelum start gun. Gut-brain axis, adalah konsep yang sudah well-established,” kata dr Andi saat dihubungi, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menjelaskan bahwa saluran cerna memiliki sistem saraf sendiri, yang dikenal sebagai enteric nervous system. Sistem ini sangat dipengaruhi oleh status emosional. “Itu sebabnya banyak pelari harus bolak‑bolak toilet 2‑3 kali sebelum start, padahal sudah BAB di hotel,” lanjutnya.

Kurang tidur juga memperparah situasi. “Kurang tidur mengganggu regulasi otonom, meningkatkan baseline kortisol, dan menurunkan toleransi gut terhadap stres fisik,” ujar dr Andi. Ia menambahkan bahwa pelari yang taper-nya baik tapi kurang tidur di malam sebelum lomba sering mengalami masalah ini.

Implikasinya jelas: persiapan mental dan tidur sama pentingnya dengan persiapan fisik. “Pelari yang taper-nya bagus tapi tidur kurang the night before sering terkena. Implikasinya, persiapan mental dan tidur sama pentingnya dengan persiapan fisik,” tutupnya.

Video “Amankan Slotmu! Jogja Run D City Bakal Digelar Minggu Depan” menyoroti pentingnya persiapan mental bagi para pelari.

Fenomena perut mules, atau “runner’s trot”, menjadi mimpi buruk bagi banyak pelari. Setelah mendaftar, berlatih berbulan‑bulan, tiba‑tiba mules mengganggu performa di hari lomba. Hal ini menegaskan bahwa kondisi fisik dan mental saling terkait.

Kesimpulannya, persiapan mental dan tidur tidak boleh diabaikan. Kesiapan fisik saja tidak cukup; faktor emosional dan tidur memengaruhi sistem saraf dan pencernaan, yang pada akhirnya menentukan keberhasilan di lintasan.

kecemasan lariperut mulesgut-brain axistaperingkurang tidurpersiapan mentalsistem saraf simpatis

Komentar

Memuat komentar...