Gaji Kacau, 80% Gerai Kopdes Merah Putih Tutup

Tika M. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Gaji Kacau, 80% Gerai Kopdes Merah Putih Tutup

Gambar atau konten salah?

Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, secara terbuka meminta maaf. Permintaan maaf ini terkait kesalahan perhitungan gaji yang diterima para pengelola Koperasi Desa Merah Putih. Masalah ini sempat ramai di media sosial, bahkan membuat 80 persen dari total 85 gerai Kopdeskel Merah Putih di Bojonegoro tutup serentak pada 3 Juli 2026.

Joao mengakui perhitungan gaji yang kacau itu sepenuhnya kesalahan dari pihaknya. Waktu itu, Agrinas Pangan masih mengandalkan data manual. "Itu kesalahan, itu kesalahan, itu kesalahan murni kesalahan kami, karena kemarin kami masih menggunakan data manual menggunakan Excel, sehingga orang yang bekerja harusnya 10 hari ternyata cuma dihitung 1 hari. Itu murni kesalahan kami dan kami minta maaf, dan kami lakukan evaluasi," kata Joao, Kamis 16 Juli 2026 di Jakarta Timur.

Ia berharap ke depan setiap kesalahan bisa langsung disampaikan. Dengan begitu, timnya bisa terus mengevaluasi dan memperbaiki. "Semoga ke depannya kesalahan-kesalahan seperti ini terus disampaikan kepada kami, jadi kami tahu sehingga kami bisa mengevaluasi," ujar Joao.

Soal besaran gaji, Joao menjelaskan bahwa jumlahnya tergantung dari keuntungan setiap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurut dia, ada kabar baik: Presiden memutuskan bahwa semua barang subsidi sekarang wajib disalurkan lewat KDKMP. Ini bisa menambah keuntungan koperasi. "Harusnya pengelolaan itu dari keuntungan dari pengelolaan koperasi tersebut. Nah, ini sebuah berita besar, sebuah hadiah besar yang diberikan oleh Bapak Presiden tadi malam kepada Koperasi Desa Merah Putih di mana seluruh barang subsidi sekarang wajib didistribusikan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih," beber Joao.

Untuk skema gaji manajer, Joao menyebut masih dibahas di kementerian terkait. Ia mengaku belum tahu angka pastinya. "Untuk manajerialnya kami masih dalam pembahasan dari Kementerian. Pun kami belum tahu karena itu ada keputusannya nanti harus ada dari Kementerian Keuangan dan dari Kementerian BUMN," tambahnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan keluhan para pengelola Kopdeskel Merah Putih. Mereka kecewa terhadap sistem pengelolaan dan pengupahan yang dijalankan Agrinas Pangan. Kekecewaan ini muncul karena upah yang diterima tidak sesuai janji. Akibatnya, sekitar 80 persen dari 85 gerai Kopdes Merah Putih di Bojonegoro berhenti beroperasi pada 3 Juli lalu.

Kepala Desa Campurejo, Edi Susanto, mengakui adanya keluhan dari pengelola di wilayahnya. Menurut laporan, para pekerja sebelumnya dijanjikan gaji antara Rp1,2 juta hingga Rp1,4 juta per bulan. Namun, ada yang hanya menerima Rp76 ribu. "Kemarin kami mendapat aduan dari pengelola KDKMP di desa kami bahwa mulai hari ini KDKMP Campurejo ditutup," ujar Edi, Jumat 3 Juli 2026.

Salah satu pengelola KDMP Campurejo yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan pernyataan Edi. "Ya mas, alasan kami menutup gerai karena ketidakjelasan gaji yang kami terima serta sejak awal kami juga tidak menerima surat perjanjian kerja dari pusat," ujarnya.

Inti dari kasus ini adalah kesalahan administrasi manual yang berakibat fatal pada kepercayaan pengelola. Alih-alih memakai sistem digital, Agrinas Pangan masih bergantung pada Excel. Akibatnya, perhitungan kerja tidak akurat—pekerja yang seharusnya dibayar 10 hari hanya dihitung 1 hari. Meski sudah ada permintaan maaf dan janji evaluasi, ketidakjelasan gaji dan tidak adanya surat perjanjian kerja menjadi akar kekecewaan. Kebijakan baru tentang distribusi barang subsidi lewat koperasi mungkin bisa meningkatkan keuntungan, tapi masalah dasar seperti transparansi upah harus diselesaikan dulu. Jika tidak, protes serupa bisa kembali terjadi.

permintaan maafkesalahan perhitungan gajiKoperasi Desa Merah Putihpenutupan geraitransparansi upahdata manual Excelevaluasi sistem

Komentar

Memuat komentar...