Gambar atau konten salah?
Monyet kecil bernama Punch menjadi sorotan dunia setelah lahir di kebun binatang Ichikawa pada 26 Juli 2025 saat Jepang dilanda gelombang panas. Ibu Punch, yang baru pertama kali melahirkan, mengalami persalinan panjang dan berat di tengah cuaca panas. Setelah dilahirkan, Punch ditinggalkan oleh induknya dan dua penjaga kebun binatang merawatnya dengan memberi susu botol sepanjang hari.
Menanggapi suhu yang terus naik, Pemerintah Kota Ichikawa memutuskan untuk menambah fasilitas pendingin di kebun binatang dan kebun raya. Pada Sabtu, 06 Juni 2026, kota mengalokasikan 70 juta yen (sekitar Rp 7,88 miliar) untuk memasang AC di area Monkey Mountain. Selain pendingin, rencana juga mencakup peneduh, perluasan area tanah, dan tempat beristirahat bagi Punch dan monyet lainnya.
Sebagian besar dana berasal dari donasi publik. Hingga akhir Mei, telah terkumpul 43 juta yen (sekitar Rp 4,84 miliar). Anggaran ini akan memastikan AC beroperasi pada musim panas tahun ini, memberi perlindungan bagi satwa yang rentan terhadap panas.
Data cuaca menunjukkan tren peningkatan suhu di Jepang. Pada tahun 2024, Badan Meteorologi Jepang mencatat suhu tertinggi pada bulan April dan Juli, nilai tertinggi sejak catatan dimulai pada 1898. Para peneliti memperkirakan frekuensi dan intensitas gelombang panas akan terus meningkat, menambah beban bagi kebun binatang dan satwa liar.
Dengan langkah ini, Kota Ichikawa menunjukkan komitmen terhadap kesejahteraan hewan di tengah perubahan iklim. Upaya ini juga menyoroti pentingnya dukungan publik dalam menjaga kebun binatang tetap aman bagi binatang yang terancam oleh cuaca ekstrem.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
