Keluarga Lampung Bawa Singkong dan Pisang ke Tangerang
Gambar atau konten salah?
Setiap kali orang pindah, membawa oleh‑oleh dari kampung halaman menjadi kebiasaan. Mereka biasanya menyebarkannya ke tetangga di kota setelah kembali ke perantauan.
Tradisi ini biasanya melibatkan barang khas daerah, seperti kemplang, kerupuk, keripik, atau pempek. Namun, ada pasangan dari Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, yang membawa barang berbeda.
Nama mereka Soleh, 60 tahun, dan anaknya Nasrudin, 40 tahun. Mereka menggunakan sepeda motor untuk membawa hasil bumi ke Cikupa, Kabupaten Tangerang.
Nasrudin mengatakan, “Ini bawa hasil kebun bapak di kampung (Lampung Selatan), ada singkong sama pisang. Ini sekitar 50 kilogram.” Ia menambahkan, “Ini nantinya biasanya itu kami tukar‑tukaran, kan ada teman yang pulang ke Palembang juga, jadi nanti dia bawa pempek atau kerupuk kami biasanya tukaran.”
Soleh menjelaskan, “Istri memang di sini (Lampung), ke Tangerang itu kerja sama Udin (Nasrudin). Kan ibu Udin masih ada, jadi tiap tahun itu memang kami pulang ke Lampung.”
Menurut Soleh, membawa hasil kebun bukan sekadar bertukar, tapi juga cara menikmati apa yang ditanam keluarga. Ia berkata, “Daripada beli, mending bawa hasil kebun sendiri yang bisa kita bagikan ke tetangga di Tangerang.”
Praktik ini mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial di kalangan pemudik. Mereka tidak hanya membawa barang, tetapi juga hubungan antar keluarga yang terhubung melalui pertukaran hasil bumi.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
