Kemacetan Jalan Gunungsari Karena Pekerjaan Perantingan Pohon
Gambar atau konten salah?
16 Juni 2026, lalu lintas di Jalan Gunungsari menuju kawasan Taman Ronggolawe di Surabaya terhenti. Antrian kendaraan panjang membuat laju lalu lintas tersendat sejak pagi hari.
Pantauan di lokasi menunjukkan kepadatan kendaraan berasal dari arah Jalan Gunungsari menuju Taman Ronggolawe. Pengendara roda dua maupun roda empat harus bergerak perlahan karena sebagian jalan digunakan untuk perantingan pohon.
Pekerjaan perantingan pohon dimulai pukul 08.00 WIB. Sejumlah kendaraan operasional dan petugas terlihat di lokasi memotong ranting-ranting pohon yang menjulur ke area jalan.
Meskipun menimbulkan kemacetan, perantingan pohon dilakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan dan mengantisipasi ranting patah yang berpotensi membahayakan pengendara, terutama saat cuaca ekstrem dan angin kencang.
Tetap hati-hati di jalan ya rek! Lapor Cak merupakan rubrik yang menampung informasi penting. Warga dapat mengirimkan informasi melalui nomor 0812-1677-7447.
Kejadian ini menyoroti pentingnya penanganan infrastruktur jalan yang aman. Pekerjaan perantingan pohon, meski mengganggu, tetap diperlukan untuk mencegah kecelakaan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bupati Sidoarjo Dorong Koperasi Desa Merah Putih Kini
Perdebatan Peringatan 1 Muharram: Bid'ah atau Sah? Bagi Muslim
Surabaya Rayakan Tahun Baru Hijriah 1448 dengan Twibbon
Semeru Mengeram, Erupsi Pagi 05:20-07:00, Kolom Abu 1.000m
Maaf, bisakah Anda memberikan topik berita yang ingin dibuat judulnya?
Cuaca Surabaya: Berawan, Suhu 24-32°C, Kelembapan Tinggi
Berita Terbaru
Kemacetan Jalan Gunungsari Karena Pekerjaan Perantingan Pohon
Aturan Baru: Istirahat Hidrasi di Piala Dunia 2026
Bihun Berkuah Gurih: Resep Mudah untuk Makan Malam
Vozinha, Kiper Cape Verde, Raih MVP, Clean Sheet vs Spanyol
Iran dan Selandia Baru Imbang 2‑2 di Piala Dunia 2026
Gigih Atnam Kalista Selesai PGSD 3 Tahun 5 Bulan IPK 4,00
BGN Hentikan MBG Selama Libur Sekolah, Audit Dapur Dimulai
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Palu, Tidak Potensi Tsunami