Kemdiktisaintek Usulkan Tambahan Rp17,18 Triliun Anggaran 2027
Gambar atau konten salah?
Rp 17,18 triliun tambahan anggaran disarankan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Anggaran pokok sebelumnya ditetapkan sebesar Rp 64,84 triliun. Usulan tambahan ini bertujuan memperkuat program prioritas nasional dan sains nasional.
Perluasan anggaran dibahas langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, dalam rapat bersama Komisi X DPR RI. Ia menyatakan, “Dari Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi sejumlah Rp64.843.192.624.000. Kemudian usulan tambahan yang disetujui oleh Bapak-Ibu Komisi X berjumlah Rp17.182.347.497.000,” kata Brian dalam siaran Rapat Komisi X DPR dengan Kemdiktisaintek di YouTube TV R Parlemen, dikutip pada kamis 18 Juni 2026.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan persetujuannya atas pagu yang diusulkan. Ia menambahkan, “Komisi X DPR RI menyampaikan bahwa alokasi anggaran tersebut tidak memadai, karena alokasi anggaran yang diusulkan belum mampu mendukung pemenuhan berbagai amanat, sasaran, dan target prioritas sebagaimana dalam RPJPN Tahun 2025-2045, Asta Cita ke-4 dan ke-8, RPJMN Tahun 2025-2029, dan RKP Tahun 2027,” kata Lalu.
Lalu menyoroti banyaknya program Kemdiktisaintek yang memerlukan penguatan anggaran. Program-program tersebut meliputi Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), bantuan pendidikan Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik), serta berbagai inisiatif peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi dan iptek. Ia juga menegaskan pentingnya tunjangan profesi dosen non-PNS, Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN), pembinaan perguruan tinggi lewat Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti), penguatan jurnal ilmiah, dan pembinaan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
“Program di Kemdiktisaintek yang belum terpenuhi antara lain Program KIP Kuliah, Beasiswa Pendidikan Indonesia, Beasiswa ADik, program pendukung peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi dan iptek, hingga tunjangan profesi dosen non-PNS, BOPTN, BOPT, dan fasilitasi pembinaan kelembagaan melalui LLDikti,” kata Lalu.
Rincian alokasi RAPBN 2027 Kemdiktisaintek akan dialokasikan untuk beberapa kebutuhan berikut:
- Sekretariat Jenderal
- Program pendidikan tinggi: Rp 18.754.297.187.000
- Program dukungan manajemen: Rp 1.980.606.178.000
- Inspektorat Jenderal
- Program dukungan manajemen: Rp 34.483.231.000
- Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
- Program pendidikan tinggi: Rp 21.280.892.316.000
- Program dukungan manajemen: Rp 16.924.457.159.000
- Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan
- Program pendidikan tinggi: Rp 3.113.359.372.000
- Program dukungan manajemen: Rp 36.927.394.000
- Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi
- Program riset dan inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi: Rp 2.660.193.482.000
- Program pendidikan tinggi: Rp 25.612.500.000
- Program dukungan manajemen: Rp 32.363.805.000
Dengan tambahan anggaran ini, Kemdiktisaintek berupaya menutup kekurangan dana yang dianggap tidak memadai untuk mencapai target-target strategis jangka panjang. Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem pendidikan tinggi, riset, dan inovasi di Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
282 Perguruan Tinggi Buka Akses Mahasiswa Disabilitas
Ditjen Dikti Buka Pendaftaran Magang 2026 Batch 3 di Jakarta
UMY Masuk peringkat ke-13 dunia Political Science, ScholarGPS
3.128 Mahasiswa Disabilitas di 282 Perguruan Tinggi, Kemdik
Prof. Nurmandi UMY Raih Peringkat 11 Global di Government
PPI Oxford Buka Jalur Verifikasi Klaim Afiliasi Universitas
Berita Terbaru
Kemdiktisaintek Usulkan Tambahan Rp17,18 Triliun Anggaran 2027
CEO BPI Danantara Ungkap Pertemuan Himbara dengan Prabowo
BI Naikkan Bunga 25 bp Jadi 5,75% untuk Nilai Rupiah
Davina Karamoy Hadir di Polda Metro Tanggap Penipuan Umrah
Nama Bayi Efker: Lahir di Tenda Pas Gempa 6,7 di Sigi
Petugas Damkar Wali Murid Siswa Seorang di SMPN 3 Banjarsari