Kemitraan Bank Digital dan Pinjol Jadi Kunci Kredit Selektif

Ratna D. · 2 min baca · 54 menit lalu · 23 dibaca
Bisik.id
Kemitraan Bank Digital dan Pinjol Jadi Kunci Kredit Selektif

Gambar atau konten salah?

Pembiayaan digital makin berkembang pesat di Indonesia. Bank digital dan pinjaman online kini jadi pilihan utama masyarakat untuk mendapatkan kredit. Tapi, pertumbuhan ini butuh strategi yang hati-hati.

Kolaborasi antara bank digital dan perusahaan pinjaman online menjadi kunci. Tujuannya? Mencapai pertumbuhan kredit yang selektif. Bukan sekadar mengejar jumlah, tapi juga kualitas.

Anton Hermawan, Presiden Direktur Krom Bank, menjelaskan langkah perusahaannya. Pengembangan jaringan mitra channeling adalah salah satu cara untuk mempercepat pertumbuhan kredit. "Sebagai Bank berbasis Digital, kemitraan dengan Easycash merupakan bagian dari strategi Krom Bank dalam mengembangkan penyaluran kredit melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi finansial," ujar Anton.

Ia menambahkan, "Kami melihat peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas masing-masing pihak dalam memperluas jangkauan layanan pembiayaan, dengan tetap mengedepankan kualitas aset, prinsip kehati-hatian, dan pengelolaan risiko. Kemitraan ini diharapkan dapat mendukung pertumbuhan kredit Krom Bank secara sehat dan berkelanjutan."

Angka bicara. Laporan keuangan bulanan yang dipublikasikan pada September 2026 menunjukkan total kredit Krom Bank mencapai Rp11,59 triliun per Agustus 2026. Ini meningkat 50,4% secara tahunan dari Rp7,7 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan signifikan ini mencerminkan perkembangan bisnis kredit Krom Bank sekaligus menegaskan peran strategis kemitraan sebagai pendorong bisnis.

Dari sisi Easycash, Direktur Utama Nucky Poedjiardjo juga angkat bicara. Kolaborasi antara bank dan penyelenggara pinjaman daring memungkinkan kedua pihak memanfaatkan kapabilitas yang saling melengkapi. "Melalui kerja sama dengan Krom Bank, Easycash membawa pengalaman dalam penyelenggaraan layanan pendanaan digital, termasuk pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima dana," kata Nucky.

Ia berharap kolaborasi ini bisa mendukung penyaluran pendanaan secara lebih optimal. "Dengan tetap memperhatikan kemampuan pembayaran, tata kelola, dan perlindungan konsumen," tegasnya.

Bagi Easycash, kemitraan dengan Krom Bank bukan yang pertama. Mereka melanjutkan pengembangan jaringan kerja sama dengan institusi perbankan untuk mendukung penyaluran pendanaan kepada peminjam individu. Sebelumnya, Easycash telah menjalin sejumlah kemitraan loan channeling dengan bank di Indonesia.

Sejak berdiri pada 2017 hingga September 2026, Easycash telah memfasilitasi penyaluran pendanaan secara akumulatif sebesar Rp103,23 triliun. Angka ini menunjukkan kontribusi signifikan terhadap inklusi keuangan nasional.

Kerja sama loan channeling memungkinkan bank dan penyelenggara pinjaman daring berkolaborasi. Masing-masing punya peran dan kewenangan sesuai ketentuan yang disepakati. Dalam kemitraan ini, Krom Bank menyediakan fasilitas kredit. Easycash mendukung pelaksanaan penyaluran melalui kapabilitas platform dan proses operasionalnya.

Easycash menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI), Big Data, dan Machine Learning (ML). Teknologi ini mendukung proses electronic Know Your Customer (e-KYC) serta penilaian profil risiko calon penerima dana. Penerapan teknologi tersebut dijalankan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku, termasuk menjaga keamanan data pribadi.

Di tengah meningkatnya penggunaan layanan pendanaan digital, pengembangan kerja sama bank dan pinjaman daring diharapkan bisa mendukung akses keuangan yang lebih luas. Tapi tetap dengan mengedepankan kualitas penyaluran dan prinsip kehati-hatian.

Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit tidak harus agresif. Bisa selektif. Dengan teknologi dan kemitraan yang tepat, risiko bisa dikelola. Dan yang paling penting, masyarakat tetap terlindungi.

pembiayaan digitalbank digitalpinjaman onlinekemitraanpertumbuhan kreditteknologi finansialinklusi keuangan

Komentar

Memuat komentar...