Kepala BGN: Hanya Presiden yang Hentikan Makan Bergizi Gratis

Yanto K. · 2 min baca · 2 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Kepala BGN: Hanya Presiden yang Hentikan Makan Bergizi Gratis

Gambar atau konten salah?

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dengan tegas menyatakan bahwa wewenang untuk menghentikan atau membubarkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak berada di tangannya. Program ini, menurutnya, merupakan janji politik yang telah disampaikan Presiden Prabowo Subianto sejak masa kampanye. Bukan tugas BGN untuk menghentikannya.

Pernyataan ini disampaikan Sudaryono sebagai respons terhadap berbagai kritik dan tuntutan agar program MBG dihentikan. Ia baru saja dilantik oleh Presiden Prabowo pada hari yang sama saat memberikan pernyataan tersebut, Rabu, 22 Juli 2026, di kantor BGN, Jakarta Pusat.

"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik, kemudian kritiknya sama dengan misalnya hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik. Bukan ranah kami untuk hentikan atau membubarkan BGN. Makan Bergizi adalah tender politik Presiden Prabowo," ujar Sudaryono.

Ia menjelaskan bahwa program MBG sudah dirancang jauh sebelum Prabowo resmi menjadi presiden. Karena itu, fokus utama BGN saat ini bukanlah mempertanyakan kelanjutan program, melainkan memperbaiki tata kelola agar pelaksanaannya lebih baik dan transparan. BGN berkonsentrasi penuh memastikan program berjalan dengan baik, terutama untuk kelompok sasaran seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

"Direncanakan jauh-jauh hari, disampaikan di momen kampanye, dan kemudian beliau terpilih jadi Presiden sehingga yang kita lakukan fokusnya adalah perbaikan tata kelola menyediakan gizi yang baik dan aman bagi anak-anak kita, bagi ibu hamil, menyusui, dan lansia, dan memberikan efek positif terhadap perekonomian, khususnya berada di desa-desa," jelas Sudaryono.

Menanggapi sejumlah kasus yang mencuat, seperti keracunan makanan hingga dugaan penipuan yang melibatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, Sudaryono mengaku sudah menerima banyak masukan. Ia siap melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai persoalan tersebut.

Tak hanya itu, Sudaryono juga memberikan peringatan tegas kepada masyarakat. Ia meminta agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku memiliki hubungan dekat dengannya, baik sebagai saudara, teman, atau alumni, lalu meminta perlakuan khusus atau keuntungan tertentu.

"Kalau ada orang yang ngaku-ngaku misalnya saudaranya mas Dar lah, ngaku keluarga lah, ngaku temen lah, ngaku alumni lah, ngaku siapa pun kemudian minta atensi lah, minta perlakuan khusus lah, minta minta duit lah, neken-neken internal kita lah, neken-neken SPPI lah, siapapun itu yang dia melakukan tindak perbuatan yang nggak bener, saya pastikan tidak ada hubungannya, silahkan dilaporkan saja ke pihak berwajib," terang Sudaryono.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo yang menyasar pemenuhan gizi bagi kelompok rentan. Meski menuai kritik, pemerintah melalui BGN memilih fokus pada perbaikan sistem dan transparansi, bukan pada penghentian program.

Makan Bergizi GratisBadan Gizi NasionalPrabowo Subiantotata kelolakritikevaluasiperbaikan

Komentar

Memuat komentar...