Prabowo Perintahkan BGN Hadapi Masalah Langsung

Sinta R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Prabowo Perintahkan BGN Hadapi Masalah Langsung

Gambar atau konten salah?

JakartaKepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, baru saja menerima pesan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pesan itu disampaikan setelah ia resmi dilantik memimpin lembaga tersebut. Prabowo meminta semua masalah di BGN diselesaikan secepat mungkin. Caranya? Bekerja secara efektif dan efisien.

Sudaryono menjelaskan, Presiden Prabowo menekankan satu hal: jangan pernah menghindari masalah. Hadapi langsung. Ini penting untuk memperbaiki BGN.

"Target khusus ya efektif, efisien, cepat-cepat selesai. Jadi Pak Presiden satu arahannya you have to run into the problem, kita harus mau lari, kita selesaikan persoalan. Caranya adalah love your people and use your common sense," kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Prinsip itu, kata dia, akan menjadi pedoman utama. Setiap kebijakan harus didasari niat baik untuk melayani masyarakat. Harus dijalankan dengan akal sehat. Dan tentu saja, sesuai aturan hukum.

Sudaryono juga ingin membangun budaya kerja baru. Lebih terbuka. Lebih transparan. Ia meminta semua proses pengambilan keputusan dilakukan secara terang-terangan. Bukan lewat pertemuan rahasia yang bisa menimbulkan kecurigaan.

"Tadi saya bilang juga kalau orang itu misalnya orang misalnya bisik-bisik, terus rapat-rapat di rahasia, empat mata, ya udah lah kita terang benderang aja ya, Indonesia cerah, nggak perlu gelap-gelap," tegas mantan Wakil Menteri Pertanian itu.

Ia mempersilakan masyarakat dan media untuk mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tapi ada syaratnya. Setiap kritik atau pemberitaan harus berdasarkan fakta. Bukan hoaks. Bukan fitnah. Bukan informasi yang sengaja dipelintir.

"Tapi maksud saya se-viral apapun nggak ada masalah tapi saya ingin ya, itu kemudian diberitakan atau di posting kebenaran. Kalau ada pelanggaran itu pelanggaran itu memang ada kebenarannya. Jangan sampai kita kemudian ada hoax, ada fitnah kemudian ada missinterpretasi jadi sengaja missinterpretasi atau mungkin barangkali mohon maaf kasarannya, jeleknya sabotasi dan lain-lain, please lah," terang Sudaryono.

Jangan Lari dari Masalah

Sudaryono mengakui, BGN masih punya banyak pekerjaan rumah. Ada dugaan penyelewengan. Ada pelanggaran hukum. Ada kurangnya transparansi. Tapi ia bersikeras: semua ini harus diselesaikan. Bukan dihindari.

"Yang pertama saya sampaikan kepada tim bahwa kita mengetahui dan kita tahu, kita menyadari ada persoalan dan kita harus kita harus mau menyelesaikan persoalan, tidak boleh kita lari dari masalah," ujar Sudaryono di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026.

Soal proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat perkara di BGN, ia menyerahkan sepenuhnya ke aparat penegak hukum. BGN akan mendukung penuh penyelidikan dan penyidikan yang berjalan.

Tapi ia juga meminta jajarannya jangan terpuruk. Jangan larut dalam pesimisme. Tetap kerja optimal. Sambil membenahi tata kelola lembaga. Agar lebih transparan. Berbasis sistem.

"Maka saya ingin mengajak kepada seluruh tim untuk kita, jangan larut terhadap pesimisme dan kesedihan ini, jadi harus optimis kita bisa selesaikan persoalan ini dan kita yakin bahwa program ini baik, dan bisa tata kelolanya kemudian kita perbaiki yang tadinya gelap, harus jadi terang," tutur Sudaryono.

Ia juga menegaskan, BGN akan meninggalkan pola kerja yang bergantung pada individu. Ke depannya, semua harus berdasarkan sistem. Mengacu pada aturan, petunjuk teknis, dan prosedur yang jelas.

"Yang tadinya mungkin nggak transparan, harus transparan. Yang tadinya mungkin manual, tergantung sama person-person, orang-orang, tidak boleh lagi tergantung sama person-person, harus bisa by system trust in system. Kalau tadinya mungkin semua sesuai arahan si ini, sesuai arahan si itu, itu nggak, kita sesuai dengan aturan dan sistem yang kita bangun," tegas dia.

Sudaryono membuka pintu lebar-lebar. Masyarakat, termasuk media, bisa melaporkan dugaan penyimpangan di lapangan. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti.

"Saya siap mendengarkan satu informasi input dari mana pun, dari siapa pun termasuk dari awak media kalau ada misalnya dapur kok nggak bener misalnya, segera laporkan. Kita langsung investigasi, kita ingin menegakkan yang bener kita tegakkan, yang baik juga harus kita, jangan sampai 1-2 salah, kemudian dianggap yang lain juga keliru," tutup dia.

Pesan dari Sudaryono cukup jelas: BGN sedang berbenah. Dari yang tadinya gelap, ingin jadi terang. Dari yang manual dan tergantung orang, ingin beralih ke sistem. Dan dari yang suka menghindar, kini harus berani lari ke arah masalah, bukan menjauhinya.

efektifefisientransparansisistemmasalahPrabowoBGN

Komentar

Memuat komentar...