Keracunan 200 Siswa di Surabaya, Daging Krengsengan Tertagih

Lina F. · 2 min baca · 23 hari lalu · 53 dibaca
Bisik.id
Keracunan 200 Siswa di Surabaya, Daging Krengsengan Tertagih

Gambar atau konten salah?

Surabaya, 11 Mei 2026 – Sekitar dua ratus siswa dari dua belas sekolah di kawasan Tembok Dukuh mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang disajikan oleh SPPG Kota Surabaya. Gejala mulai dari pusing, mual, hingga muntah muncul beberapa menit setelah menyantap makanan tersebut.

Menu MBG yang disajikan pada hari itu terdiri dari nasi, sayur wortel, buncis, tahu goreng, daging krengsengan, dan empat potong jeruk. Namun, yang menjadi fokus keluhan adalah daging yang dimasak dengan bumbu krengsengan. Menurut laporan, daging tersebut merupakan satu-satunya bahan baru yang belum pernah diberikan kepada siswa pada program MBG sebelumnya.

“Lauknya daging sapi, sayur, jeruk, nasi. Habis, tahunya saja nggak habis. Habis makan pusing, mules, perut sakit. Sama sekolah disuruh ke sini,” kata Nabila, seorang siswa kelas 5 SDN Tembok Dukuh, di Puskesmas Tembok Dukuh pada hari Senin. Ia mengaku telah menyantap MBG dan segera merasakan pusing setelah selesai makan.

Seorang siswa kelas 6 SDN Tembok Dukuh, Cicila, juga melaporkan pengalaman serupa. Ia mengatakan, “Iya (pertama menu daging). Saya coba satu daging, rasanya itu sama, tapi nggak enak semua. Bumbunya itu nggak enak. Saya cuma nyicip dikit aja terus buang. Sebelumnya ayam, telur. Telurnya nggak enak, ayamnya biasanya masih ada darahnya belum bersih.” Setelah mengalami keracunan, Cicila mengaku menjadi trauma terhadap MBG dan lebih memilih makanan yang disiapkan oleh ibunya.

Drg. Tyas Pranadani, kepala Puskesmas Tembok Dukuh, menilai bahwa daging krengsengan kemungkinan menjadi penyebab keracunan. Ia menyatakan, “Kalau dari pantauan kami dan dari laporan dari guru‑guru itu, biasanya enggak dikasih daging, hari ini ada daging. Jadi mungkin, ini masih mungkin ya, mungkin dari dagingnya, karena selama ini enggak pernah dikasih daging.” Meskipun demikian, ia belum dapat memastikan secara pasti bahwa daging tersebut menjadi sumber keracunan massal.

Keracunan ini bukan kejadian pertama di wilayah tersebut. Sebelumnya, ratusan siswa dari belasan sekolah di Tembok Dukuh juga mengalami pusing dan mual setelah menikmati MBG. Banyak siswa yang kemudian dilarikan ke Puskesmas dan Rumah Sakit Ibu dan Anak IBI Jalan Dupak di Surabaya.

Menurut data terkini, sekitar 200 siswa dari 12 sekolah telah dirawat di dua fasilitas pelayanan kesehatan. Drg. Tyas menambahkan, “Sejauh ini yang kita dapatkan datanya itu hampir 200 siswa, tapi yang. Hampir semua sudah kami tangani. Itu ada SD, ada TK, ada SMP. Jadi random.” Ia juga menyebutkan bahwa hampir semua siswa yang terlibat melaporkan gejala serupa, menunjukkan potensi penyebab yang sama.

Dengan jumlah siswa yang terkena dampak, pihak kesehatan masih melakukan pendataan dan investigasi lebih lanjut. Sementara itu, SPPG Kota Surabaya diminta memberikan penjelasan terkait persiapan dan penyajian menu MBG hari ini. Pihak SPPG belum merespons permintaan tersebut.

Keracunan massal ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap bahan makanan yang disajikan dalam program bantuan. Meskipun MBG bertujuan memberikan nutrisi tambahan bagi anak-anak, kejadian ini mengingatkan bahwa setiap perubahan menu harus disertai dengan pemeriksaan kualitas dan keamanan pangan yang memadai.

Keracunan massalMBGSPPG Kota Surabayadaging krengsenganPuskesmas Tembok DukuhSurabayasiswapemeriksaan kualitas pangan

Komentar

Memuat komentar...