Kerajaan dan Pemerintah Solo Koordinasi Kirab Suro
Gambar atau konten salah?
Solo City Government menggelar rapat bersama Keraton Solo di Ruang Natapraja, Balai Kota Solo. Semua pihak Keraton hadir, termasuk KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, GRAy Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng), dan rombongan Paku Buwono XIV Purbaya.
Di sekitar pukul 15.00 WIB, Panembahan Agung Tedjowulan tiba terlebih dahulu. Ia disambut oleh Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Aryo Widyandoko, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo, Maretha. Setelah itu, Tedjowulan langsung dipersilakan masuk ke ruang rapat Natapraja.
Setelah 15 menit, Kubu Paku Buwono XIV Purbaya hadir di Balai Kota. Mereka membawa rombongan besar, termasuk putra-putri PB XII dan putri PB XIII. Di antara mereka, Pangarsa Sasana Wilapa PB XIV Purbaya, GKR Panembahan Timoer Rumbay, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari turut hadir.
Ketika masuk ke ruang rapat, Panembahan Agung Tedjowulan sudah duduk di kursi yang disediakan. Namun, rombongan PB XIV Purbaya tidak saling bertegur sapa dengannya. Hanya KGPAA Ferry Firman Nurwahyu, kuasa hukum PB XIV Purbaya, yang menyapa Tedjowulan. Setelah itu, mereka duduk di kursi yang telah disiapkan.
Sementara itu, GRAy Koes Moertiyah Wandansari (Gusti Moeng) tiba di Balai Kota sekitar pukul 15.42 WIB. Ia diwakili oleh Lembaga Dewan Adat (LDA) dan Lembaga Dewan Ada (LDA) Keraton Solo, serta KPH Eddy Wirabhumi. Bersama adik Paku Buwono XIV Mangkubumi, Gusti Moeng diarahkan ke ruang rapat yang berbeda, yaitu ruang Wali Kota Solo.
Di lokasi Balai Kota, Gusti Moeng menjelaskan bahwa ia datang untuk memenuhi undangan rapat yang sempat tertunda. Ia berkata, "Nggih, rapat. Memang sesuai dengan permintaan kami, rapat yang hari Rabu, Rabu yang lalu. Gitu," saat ditemui di Balai Kota pada Senin, 15 Juni 2026.
Ketika ditanya mengenai agenda utama pertemuan, Gusti Moeng menegaskan bahwa rapat kali ini fokus membahas detail pelaksanaan Kirab Suro. Ia melanjutkan, "Nggih, itu (bahas Kirab Suro). Ngoten. Harapannya kami A, B, C, D, E, F, A sampai Z kita siap. Ngoten," menunjukkan kesiapan penuh.
Gusti Moeng juga mengungkapkan alasan mengapa undangan koordinasi ini baru terealisasi hari ini. Ia menegaskan, "Nggih. Kemarin kan Pak Wali lagi keluar kota. Jadi untuk nopo, tadi menunggu undangan," menandai keterlambatan karena jadwal Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang sempat agenda di luar daerah.
Dengan demikian, rapat tersebut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan Kirab Suro berjalan lancar. Para peserta menekankan persiapan matang agar prosesi adat tidak terhambat. Kerja sama antara pemerintah kota dan Keraton Solo diharapkan dapat memfasilitasi acara budaya yang penting bagi masyarakat.
Peristiwa ini menegaskan hubungan koordinasi rutin antara pemerintah kota dan Keraton Solo. Fokus utama pada Kirab Suro menunjukkan komitmen kedua belah pihak untuk menjaga tradisi dan budaya. Persiapan yang teliti serta penyesuaian jadwal menandai sikap fleksibel dalam menghadapi dinamika administratif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jokowi Tegaskan Dukungan, Timnas Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Warga Di Sumber Solo Dapat Es Teh Gratis Saat Foto Jokowi
Penutupan Jembatan Serayu, Trans Banyumas Rute Kaliori
Perubahan Tahun Hijriah 1448 H: Mulai 1 Muharram 2026
Mustofa 67 Tahun, Jalan 34 Km Kembali Dari Tanah Suci
Amalan Malam 1 Muharam 2026: Panduan Praktis & Tips
Berita Terbaru
Kerajaan dan Pemerintah Solo Koordinasi Kirab Suro
Jawa Timur, Jemaah Haji Paling Banyak Meninggal: 75 Orang
10 Ribu Kontainer Tanjung Priok Tertumpuk Importir Terlambat
Polisi Pantau Aksi Mahasiswa DPRD Sumsel, Aman dan Tertib
Mahasiswa Bandung Gelar Demonstrasi di DPRD Jawa Barat
Pelajar 17 Tahun Laporkan Kukang di Rumah, Evakuasi Cepat
Toyota Listrik Terbatas: bZ4X dan Urban Cruiser Satu Unit
Indonesia U-19 Siap Hadapi Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
