Kerangka di Hutan, Keluarga Yakin Itu Adik Nuryanah
Gambar atau konten salah?
Seorang perempuan bernama Nuryanah (35) duduk termenung di depan ruang instalasi forensik RS Bhayangkara Setukpa Polri, Sukabumi, pada Rabu, 15 Juli 2026. Suasana senja terasa sangat berat baginya. Di balik pintu ruang autopsi itu, ia menunggu kabar mengenai kerangka manusia yang ditemukan di kawasan hutan jati, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi. Keluarga meyakini kerangka tersebut adalah adik kandung Nuryanah, Eka Maryani (33), yang berusia 33 tahun.
Pandangan Nuryanah kosong. Pikirannya melayang kembali ke tanggal 29 Juni, hari terakhir ia mendengar suara adiknya. Saat itu tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Yani—panggilan akrab Eka Maryani—hanya berpamitan untuk menginap di rumah temannya bersama anaknya. Percakapan biasa itu kini menjadi kenangan terakhir yang menyakitkan.
Nuryanah menggambarkan adiknya sebagai pribadi yang sangat tertutup. "Dia itu orangnya sangat tertutup. Kalau pulang ke rumah, ya bicara seperti biasa saja, tapi tidak pernah menceritakan masalah hidupnya, apalagi soal asmara," ujarnya dengan suara serak di RS Bhayangkara, Kota Sukabumi, pada hari yang sama.
Satu bulan sebelum kejadian, Yani memutuskan pindah ke sebuah tempat kos di Sagaranten. Keputusan ini kini meninggalkan banyak pertanyaan bagi keluarganya. Mengapa ia memilih tinggal di sana? Dengan siapa ia menghabiskan waktu? Semua pertanyaan itu tidak terjawab setelah jenazah yang sudah membusuk ditemukan di tengah hutan.
Awalnya, Nuryanah tidak percaya. Namun, setelah penyidik kepolisian memaparkan bukti-bukti yang ditemukan di lapangan, keyakinannya mulai goyah. Polisi menunjukkan beberapa barang bukti yang tidak bisa dibantah: corak baju yang dikenakan korban, sehelai rambut sambung, dan sisa kawat gigi yang masih menempel di rahang kerangka tersebut.
"(Ciri-cirinya) dari baju, rambut yang disambung sama behelnya. Di situ saya sadar, meski tes DNA belum keluar, hati saya sudah merasa itu memang adik saya," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah kesedihan yang mendalam, Nuryanah hanya bisa berharap pada aparat kepolisian. Ia tidak menginginkan apa pun selain kebenaran terungkap. Ia ingin pelaku yang telah menghilangkan nyawa adiknya secara tragis segera diadili.
"Mudah-mudahan saja, orang yang berbuat keji kepada adik saya segera terungkap. Saya cuma minta keadilan," katanya menutup pembicaraan.
Keluarga kini menunggu hasil tes DNA untuk memastikan identitas kerangka tersebut. Meskipun secara visual sudah yakin, mereka tetap menginginkan kepastian ilmiah. Proses hukum masih berjalan, dan polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pembunuhan ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dedi Mulyadi Jadi Kakek, Menantu Lahirkan Bayi Perempuan
Dedi Mulyadi Tegaskan Fokus Pembangunan, Bukan Ganti Nama
TNI Bagikan 250 Ayam ke Warga Prasejahtera, Dilarang Dimasak
Bupati Subang Jawab Pandangan Fraksi soal KUA-PPAS 2027
Jalan Padabeunghar: Anggaran Rp54 M, Tapi Rusak Lagi
Satpol PP Sumedang Bongkar 10 Bangunan Liar
Berita Terbaru
Kerangka di Hutan, Keluarga Yakin Itu Adik Nuryanah
Dedi Mulyadi Jadi Kakek, Menantu Lahirkan Bayi Perempuan
Dua Siswa Baru, SDN Bedug Tetap Belajar
6 Jabatan Eselon II Jatim Masih Kosong, Proses Seleksi Berjalan
205 Kebakaran di Jawa Tengah, 37 di Antaranya Hutan dan Lahan
Vietjet Resmi Jadi Mitra Maskapai AFF
Herdman: Rasa Kekeluargaan Modal Positif Timnas
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Motorola Luncurkan Moto Buds 2 Plus dan Moto Buds 2 di Indonesia