Khofifah Lantik Enam Pejatan Eselon II Pemprov Jatim
Gambar atau konten salah?
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi melantik enam pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Selasa sore, 14 Juli 2020.
Mutasi ini merupakan bagian dari penyegaran organisasi di tubuh birokrasi Pemprov Jatim. Berikut adalah enam pejabat yang mendapatkan posisi baru:
- Heru Wahono Santoso, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bakorwil Madiun, kini dilantik sebagai Asisten III (Bidang Administrasi Umum) Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur.
- Iwan, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kini dilantik sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Timur.
- Budi Raharjo, sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, kini dilantik sebagai Kepala Bakorwil Jember Provinsi Jawa Timur.
- I Nyoman Gunadi, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK), kini dilantik sebagai Kepala Dinas PU Sumber Daya Air Provinsi Jawa Timur.
- Arif Endro Utomo, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jawa Timur.
- Aftabuddin Rijaluzzaman, sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah, kini dilantik sebagai Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Pelantikan ini menandai pergeseran posisi strategis di sejumlah dinas dan badan penting. Beberapa pejabat berpindah dari unit kerja yang menangani urusan ekonomi dan infrastruktur ke bidang perencanaan dan sumber daya alam. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi dengan kompetensi para pejabat yang ada.
Secara keseluruhan, mutasi ini menyentuh hampir semua sektor utama pemerintahan, mulai dari administrasi umum, perencanaan pembangunan, hingga energi dan sumber daya mineral. Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari Gubernur Khofifah mengenai alasan spesifik di balik setiap pergeseran jabatan tersebut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
