Gemini Jadi Teman Belajar, Bukan Mesin Jawaban Instan
Gambar atau konten salah?
Platform kecerdasan buatan generatif, seperti Gemini, kini sudah mulai digunakan di ruang kelas. Jumlah penggunanya di dunia pendidikan terus bertambah. Google menekankan agar para siswa memanfaatkan Gemini sebagai teman belajar, bukan sekadar alat untuk mendapatkan jawaban instan.
Berdasarkan laporan Gemini Report: Southeast Asia 2026, pertumbuhan penggunaan Gemini di Asia Tenggara sebagian besar didorong oleh pengguna yang berusia di bawah 25 tahun. Data dari Google juga menunjukkan bahwa 40 persen pengguna menggunakan Gemini sebagai kolaborator, sementara 20 persen lainnya memanfaatkannya sebagai asisten riset.
Dari semua negara di Asia Tenggara, Vietnam menempati posisi teratas dalam penggunaan Gemini untuk keperluan pendidikan. Setiap bulannya, lebih dari 160 ribu pelajar di Vietnam menggunakan fitur Gemini Canvas for Exam Prep. Selain itu, para tenaga pendidik di negara tersebut telah mengirimkan lebih dari 55.000 perintah atau prompt yang berkaitan dengan pendidikan.
Sapna Chadha, selaku Wakil Presiden untuk Asia Tenggara dan Asia Selatan Frontier, menyatakan bahwa Google telah bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan dan guru untuk mengembangkan Gemini yang lebih bertanggung jawab. Tujuannya adalah membantu siswa belajar secara efektif.
"Seiring kita memasuki dunia baru ini, kami memastikan bahwa di produk pencarian kami, di produk AI kami, pembelajaran bahasa dan pembelajaran secara keseluruhan adalah sesuatu yang kami anggap sangat serius dalam hal bagaimana kami membantu pengguna untuk belajar," ujar Chadha dalam jumpa pers virtual pada Selasa, 14 Juli 2026.
Chadha menambahkan, "Kami bekerja sama dengan para pendidik dan ekosistem untuk mewujudkan hal ini. Kami tahu ini adalah prioritas tinggi, dan dalam hal itu, kami juga bekerja sama dengan pemerintah dan Departemen Pendidikan seiring perkembangan di bidang ini."
Tampilan antarmuka aplikasi Gemini juga akan berubah tergantung pada jenis pertanyaan yang diajukan pengguna. Jika seorang siswa bertanya tentang pekerjaan rumah, asisten AI ini tidak akan langsung memberikan jawaban. Sebaliknya, Gemini akan memulai percakapan dua arah untuk membimbing siswa menemukan jawabannya sendiri. Dengan cara ini, siswa dapat belajar dan memahami langkah-langkah yang diperlukan untuk sampai pada solusi.
"Gemini dapat menjadi tutor pribadi mereka dan mereka bisa merasa nyaman untuk mengajukan pertanyaan dan berinteraksi," kata Chadha.
"Ini adalah kesempatan untuk memberikan tutor pribadi ke lebih banyak pelajar menggunakan pembelajaran berbasis visual dan membantu mereka untuk tidak langsung menerima jawaban instan," pungkasnya.
Singkatnya, pendekatan Google ini berfokus pada proses belajar, bukan sekadar hasil akhir. Dengan membimbing siswa melalui pertanyaan dan dialog, Gemini diharapkan dapat menjadi alat yang mendukung pemahaman mendalam, bukan sekadar mesin pencari jawaban cepat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Tencent Cloud Rilis Dua Agen AI di Indonesia
Cermin Raksasa Rusia: Saat Malam Berubah Terang
Menkomdigi: Blokir Situs Tak Cukup, Rekening Judi Online Jadi Sasaran
RedHook Ancam Rekening Pengguna Android
Gemini Ungkap Pengguna Indonesia Paling Kreatif di Asia Tenggara
6,8 Juta Pendaftar Biometrik SIM Card per Juli 2026