SDN Jember Lor 06 Hanya Punya 8 Murid Baru
Gambar atau konten salah?
Suasana Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Jember Lor 06 tahun ini sangat berbeda dari biasanya. Sekolah yang akrab disebut 'Jelo 06' itu hanya mendapatkan 8 murid baru untuk kelas 1 pada tahun ajaran baru. Jumlah itu sangat kecil.
Padahal, lokasi sekolah di Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang, sebenarnya dikelilingi oleh banyak Taman Kanak-Kanak (TK). Namun, sebagian besar lulusan TK di sekitar justru memilih menyekolahkan anak mereka ke tempat lain. Ini cukup ironis.
Kepala SDN Jember Lor 06, Eni Megawati, membenarkan bahwa peminat di sekolahnya sangat minim tahun ini. Pihak sekolah sudah berusaha keras menarik minat orang tua. Tapi hasilnya belum sesuai harapan.
"Jumlah murid baru kelas 1 sekarang memang hanya ada 8 anak. Padahal banyak TK di sekitar sekolah, ada juga anak-anak dari sekitar sini yang sekolah di SD, tapi peminat ke sekolah kami memang sedikit," kata Eni saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan MPLS, Selasa 14 Juli 2026.
Kondisi ini membuat jumlah siswa kelas 1 menjadi salah satu yang paling sedikit di sekolah tersebut. Hanya kelas 4 yang juga memiliki 8 siswa yang setara. Kelas lainnya memiliki jumlah siswa yang lebih banyak.
"Di sekolah kami, siswa kelas 1 itu 8 siswa. Kelas 2 ada 27 siswa, kelas 3 ada 14 siswa, kelas 4 ada 8 siswa. Kelas 5 ada 17 siswa dan Kelas 6 ada 20 siswa," ujarnya.
Eni menjelaskan, mayoritas siswa yang saat ini bersekolah di Jelo 06 berasal dari lingkungan sekitar sekolah. Ia menyayangkan minimnya pendaftar tahun ini. Sebab dari segi kualitas pembelajaran dan sumber daya manusia (SDM), sekolahnya tidak kalah saing dengan sekolah lain.
"SDN Jember Lor 06 ini memiliki segudang prestasi dan didukung oleh jajaran tenaga pendidik yang aktif dan inovatif," paparnya.
Namun, sekolah ini masih menghadapi kendala besar. Terutama dalam hal publikasi ke masyarakat luas. Banyak orang tua yang belum tahu tentang sekolah ini.
"Sebenarnya lembaga kami ini memiliki banyak murid berprestasi dan guru-guru yang sangat kreatif. Hanya saja kendala utamanya saat ini adalah kami masih belum dikenal luas oleh masyarakat," tandasnya.
Jumlah siswa yang sedikit ini menjadi tantangan tersendiri. Sekolah harus bekerja lebih keras untuk memperkenalkan diri. Prestasi yang sudah diraih belum cukup untuk menarik perhatian orang tua di sekitar. Padahal, kualitas pengajaran dan kreativitas guru sudah terbukti. Publikasi menjadi kunci utama yang masih perlu ditingkatkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
