King Cobra 2m Masuk Kios Des Buae, Damkar Tangkap Dinas

Teguh A. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
King Cobra 2m Masuk Kios Des Buae, Damkar Tangkap Dinas

Gambar atau konten salah?

10 Juni 2026 – Seekor king cobra sepanjang 2 meter masuk ke kios warga di Desa Buae, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan. Ular itu bersembunyi di antara tumpukan tabung LPG berkapasitas 3 kilogram, menimbulkan kekhawatiran di kalangan penduduk.

“Tim (Damkar) mendapatkan laporan adanya ular yang ternyata jenis king cobra,” ujar Kasi Damkar Sidrap, Habibi Baharuddin kepada wartawan, Jumat 10 Juni 2026.

Menurut Habibi, kejadian terjadi pada Selasa 9 Juni 2026 sekitar pukul 19.30 Wita. “Ular itu masuk ke kios milik warga bernama Laere' di Desa Buae, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap pada Selasa (9/6) sekitar pukul 19.30 Wita.”

Pemilik kios langsung melihat ular masuk ke bawah tumpukan gas elpiji. “Pemilik rumah melihat ular masuk ke bawah tumpukan gas elpiji. Setelah itu langsung melaporkan ke Damkar untuk dilakukan evakuasi,” katanya.

Tim Damkar segera menuju lokasi. “Ular berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.”

Habibi menjelaskan ukuran ular. “Ular tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar 2 meter dengan ukuran badan sebesar lengan orang dewasa. Berdasarkan ciri fisiknya, ular itu diduga merupakan king cobra,” terangnya.

Desa Buae dikenal sering menjadi tempat evakuasi king cobra. “Desa Buae merupakan salah satu wilayah yang paling sering menjadi lokasi evakuasi king cobra. Habitat alam yang masih terjaga membuat ular mudah berkembang dengan cepat.”

Ia menambahkan, “Desa Buae termasuk daerah yang paling sering kami lakukan evakuasi king kobra. Kemungkinan karena habitatnya masih terjaga sehingga ular masih banyak ditemukan,” ujarnya.

Faktor lain yang memengaruhi tingginya kejadian di daerah ini adalah budaya masyarakat setempat. Mayoritas warga Desa Buae adalah penganut agama Tolotang yang tidak membunuh ular saat menemukannya. “Mayoritas warga Desa Buae merupakan penganut agama Tolotang yang tidak membunuh ular saat menemukannya.”

Habibi mengungkapkan lebih lanjut, “Mayoritas masyarakat sekitar kalau menemukan ular, warga biasanya tidak membunuh karena masyarakat Tolotang anti untuk membunuh ular.”

Keberadaan king cobra di wilayah ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan pelestarian habitat alami. Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati namun menghormati makhluk berbahaya ini, sesuai dengan nilai budaya yang dianut.

king cobraDesa BuaeDamkargas LPGevakuasiSulawesi Selatanbudaya Tolotang

Komentar

Memuat komentar...