Polisi Batam Selidiki Proyektil di Rumah Warga Bawean
Gambar atau konten salah?
Polisi Batam masih menyelidiki benda yang diduga proyektil peluru yang ditemukan di rumah warga di Kampung Bawean, RW 03/RT 03, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Kepulauan Riau. Langkah penyelidikan berlanjut, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Dabariba, menyatakan bahwa pihaknya masih mengumpulkan keterangan dan bukti untuk mengungkap asal‑usul benda tersebut. “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan. Kami juga memeriksa CCTV di sekitar lokasi untuk menyesuaikan dengan keterangan para saksi,” ujarnya pada 12 Juni 2026.
Menurut Tigor, pemeriksaan rekaman CCTV dilakukan guna mencocokkan informasi yang diperoleh dari saksi‑saksi terkait waktu dan situasi saat terdengar suara letusan yang diduga berkaitan dengan temuan tersebut. “Untuk mencocokkan rekaman CCTV di sekitar TKP dan keterangan saksi‑saksi,” tambahnya.
Meski begitu, hingga kini polisi belum dapat memastikan apakah benda yang ditemukan warga itu benar merupakan proyektil peluru senjata api. Benda tersebut masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut. “Penyelidikan bersama satreskrim Polresta masih terus dilakukan,” ujarnya.
Sebelumnya, warga Kampung Bawean, RW 03/RT 03, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, dikagetkan dengan penemuan benda yang diduga proyektil peluru jatuh dari plafon sebuah rumah. Kapolsek Bengkong, AKP Tigor Dabariba, mengatakan pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian bersama tim Identifikasi dan Forensik (Inafis) setelah menerima laporan dari pemilik rumah pada 9 Juni 2026.
“Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama Inafis Polresta Barelang. Laporan kami terima hari ini setelah pemilik rumah menemukan benda yang diduga proyektil peluru,” kata Tigor pada 9 Juni 2026.
Menurut Tigor, peristiwa itu diduga bermula saat penghuni rumah mendengar suara letusan pada 7 Juni 2026 sekitar pukul 01.00 WIB. Namun saat itu mereka tidak menaruh curiga karena mengira suara tersebut berasal dari petasan atau kembang api. “Pemilik rumah mendengar ada suara letusan pada Minggu dini hari. Namun dari Minggu hingga hari ini mereka menganggap suara itu hanya bunyi petasan atau kembang api sehingga tidak langsung melapor,” ujarnya.
Kecurigaan muncul setelah penghuni rumah menemukan benda menyerupai proyektil yang diduga menembus bagian plafon rumah. Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Bengkong untuk ditindaklanjuti. “Mereka melapor setelah menemukan proyektil yang diduga peluru. Dari laporan itu kami langsung turun ke lokasi untuk mengecek kebenaran informasi tersebut,” jelas Tigor.
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apakah benda yang ditemukan tersebut merupakan proyektil peluru senjata api. Saat ini benda tersebut telah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Apakah benar itu proyektil peluru senjata api atau bukan, masih dalam pemeriksaan. Saat ini kami masih dalami,” katanya.
Dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Pihak rumah tidak mengalami luka ataupun kerugian yang mengakibatkan korban jiwa. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait asal‑usul proyektil tersebut,” ujarnya.
Keberadaan benda yang diduga proyektil peluru di tengah rumah warga menimbulkan keprihatinan tentang keamanan lingkungan. Pemerintah daerah dan kepolisian berusaha mengklarifikasi asal‑usul benda tersebut agar tidak menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Pihak kepolisian tetap menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung dan akan segera menginformasikan hasil akhir setelah pemeriksaan forensik selesai.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Medan & Deli Serdang: Hujan Ringan Siang, Waspada Petir
12 Juni 2026: Melawan Pekerja Anak & Peringatan Nasional
BGN Hentikan Pembangunan Dapur MBG, Fokus Efisiensi Anggaran
BPJS Siap: Ganti FKTP Online lewat Aplikasi Mobile JKN.
Padang Lawas Sediakan Rp32,5 Miliar Dua Jembatan, Tender Ditentukan
Minuman Manis Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Studi Jangka Panjang
Berita Terbaru
