Kiper Bandung Pilih Persija, Aqil Akui Butuh Waktu

Jaka M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kiper Bandung Pilih Persija, Aqil Akui Butuh Waktu

Gambar atau konten salah?

Kiper baru Persija Jakarta, Aqil Savik, mengaku butuh waktu untuk memutuskan pindah ke klub ibu kota. Alasannya? Ia lahir dan besar di Bandung, kota yang jadi markas Persib, rival utama Persija. Sebelum menerima tawaran, Aqil mengaku berdiskusi panjang dengan keluarga.

"Jujur, saya harus diskusi soal ini (tawaran ke Persija) dengan istri saya dan keluarga saya di Bandung," kata Aqil kepada wartawan.

Aqil bergabung dengan Persija setelah empat musim membela Bhayangkara. Kontraknya dengan Macan Kemayoran hanya berdurasi satu tahun—jangka pendek. Sebelumnya, ia adalah produk binaan Persib. Aqil dididik di akademi Persib dari 2014 hingga 2017, lalu promosi ke tim senior pada 2018. Sempat dipinjamkan ke Bandung United, ia akhirnya hengkang ke Bhayangkara pada 2022 demi menit bermain lebih banyak.

Di Bhayangkara, Aqil berkembang menjadi kiper tangguh. Ia bertahan di sana selama empat musim. Kini, di usia 27 tahun, ia merasa sudah matang secara mental dan siap menghadapi tantangan baru.

"Ini suatu langkah yang besar untuk karier saya setelah saya menetapkan diri dan menetapkan hati saya (untuk gabung Persija)," ujar Aqil.

Bukan keputusan mudah. Apalagi, ia berasal dari kota yang sama dengan Persib, rival abadi Persija. Namun, Aqil menilai kesempatan diminati klub besar seperti Persija tidak datang dua kali. Ia pun mantap menerima pinangan.

"Ini adalah kesempatan yang tidak boleh saya lewatkan dan saya tentu akan mengambil kesempatan ini. Kalaupun ada tawaran lagi (dari Persija), saya akan ambil lagi," ucapnya.

Kepindahan Aqil ke Persija menunjukkan bahwa rivalitas sepak bola tak selalu menghalangi pemain untuk pindah ke klub lawan. Bagi Aqil, langkah ini soal karier dan tantangan pribadi, bukan sekadar soal warna jersey atau kota asal.

Aqil SavikPersija Jakartakepindahan pemainrivalitas Persibkarier sepak bolakiper barudiskusi keluarga

Komentar

Memuat komentar...