KKI Tegaskan Usia Galon Usang Menyebabkan Risiko Kesehatan

Rizki W. · 2 min baca · 27 hari lalu · 34 dibaca
Bisik.id
KKI Tegaskan Usia Galon Usang Menyebabkan Risiko Kesehatan

Gambar atau konten salah?

Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menegaskan pentingnya memeriksa usia galon sebelum digunakan kembali setelah menerima 250 pengaduan di tujuh kota. Dari data tersebut, 92 % konsumen tidak mengetahui batas masa pakai galon. “Ini menunjukkan tingginya kesadaran konsumen namun masih minimnya pengetahuan, menunjukkan lemahnya edukasi produsen,” ujar Ketua KKI, David Tobing, dalam konferensi pers di Jakarta pada 30 April 2026.

Menurut Badan Pusat Statistik, 34 % rumah tangga di Indonesia mengandalkan air galon sebagai sumber utama. Dengan perkiraan 100 juta orang menggunakan galon setiap hari, masalah ini menjadi signifikan. David menyoroti ketidakhadiran informasi masa pakai pada setiap galon. “Di galon itu enggak ada berapa lama masa pakainya, yang tertera hanya kode produksi. Nah inilah yang saya katakan sebagai kekosongan regulasi masa pakai,” jelasnya.

Hasil verifikasi KKI menunjukkan konsumen terus menerima galon berusia lebih dari satu tahun. Sebanyak 92 % laporan menunjukkan galon yang masih dalam kondisi lama. KKI memeriksa usia galon melalui foto yang wajib dilampirkan. Bahkan, ditemukan galon berusia hingga 11 tahun. “Ada yang usianya 11 tahun. Di beberapa daerah sekitar Jakarta itu galon‑galon memang usianya banyak yang 5 tahunan ke atas,” tambah David.

Fisik galon juga menjadi perhatian. Sekitar 30 % dilaporkan kotor atau berlumut, dan 18 % retak atau tergores. “Semakin tua usia galon semakin beragam jenis keluhannya. Masalah fisik, kotor, kusam, dan retak. Nah ini mendominasi laporan konsumen,” tambahnya.

Risiko kesehatan muncul dari bahan polikarbonat yang mengandung BPA. “Tentu bahaya karena BPA itu bisa luruh dan bercampur dengan airnya. Potensi luruhnya BPA ini bisa disebabkan paparan sinar matahari, usia pakai, dan pencucian kasar,” jelas David. Pakar merekomendasikan masa pakai maksimal satu tahun atau 40 kali penggunaan untuk mencegah dampak kesehatan seperti obesitas, diabetes tipe 2, dan gangguan lainnya.

David menegaskan prinsip perdagangan: “Ada satu prinsip di dalam perdagangan, bahwa kalau harganya sama maka kualitas juga sama. Pertanyaannya kan kadang dalam galon ini kita bisa saja membeli dengan harga sama tapi galonnya sudah tua,” ujarnya. Ia juga menyerukan tanggung jawab produsen. “Harusnya pelaku usaha bertanggung jawab terhadap galonnya. Jangan dibiarkan beredar yang sudah tua‑tua,” tambahnya.

KKI menegaskan bahwa kekosongan regulasi masa pakai guna ulang adalah akar masalah. “Kekosongan regulasi masa pakai untuk guna ulang adalah akar masalah yang harus ditutup. Negara perlu regulasi yang melindungi kesehatan masyarakat bukan sekedar keuntungan produsen,” tutup David.

Dengan data yang jelas, KKI berharap pemerintah dan produsen dapat segera memperkenalkan standar masa pakai galon. Hal ini penting agar konsumen tidak terpapar risiko kesehatan dan agar pasar berfungsi secara adil. KKI tetap memantau situasi dan siap menindaklanjuti setiap pelanggaran.

GalonUsia galonBPARegulasi masa pakaiKonsumenProdusenRisiko kesehatan

Komentar

Memuat komentar...