Komodo Batasi 1.000 Wisatawan Harian, Kapal Pesiar Terpisah

Dwi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Komodo Batasi 1.000 Wisatawan Harian, Kapal Pesiar Terpisah

Gambar atau konten salah?

Labuan Bajo – Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur mengatur batas maksimal kunjungan setiap tahunnya. 365 ribu orang diharapkan menjadi batas atas, yang setara dengan rata‑rata 1 000 orang per hari. Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga – yang biasa dipanggil Hengki – menegaskan bahwa kuota ini tidak mencakup wisatawan yang datang lewat kapal pesiar.

Hengki menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat supaya kuota reguler 1 000 orang per hari tidak terpakai oleh tamu kapal pesiar. Setiap kapal pesiar dapat membawa lebih dari satu ribu orang, bahkan ada yang mencapai dua ribu tiga ratus. Sejumlah puluhan kapal pesiar masuk ke Taman Nasional setiap tahun, dengan jumlah wisatawan mencapai puluhan ribu. Pada tahun 2024, tamu cruise mencapai 30 276 orang, dan diperkirakan akan melonjak menjadi 48 945 orang pada tahun 2025.

“Yang 1 000 ini hanya untuk reguler, kuota reguler. Cruise itu tidak masuk dalam kuota itu,” kata Hengki di Labuan Bajo pada tanggal 9 April 2026. Ia menegaskan bahwa kuota kunjungan ke Taman Nasional Komodo tidak berlaku bagi wisatawan kapal pesiar karena perlakuan istimewa yang berasal dari berbagai negara. “Ini bukan privilege kepada cruise. Itu dalam rangka menjamin supaya jatah kuota dasar (1 000 per hari) ini jangan sampai diambil cruise semua, justru itu berbahaya kalau itu diambil semua. Cruise datang bawa 1 000 tamu, selesai sudah kuota,” tambahnya.

Pengelolaan kunjungan tamu cruise di Taman Nasional Komodo sangat ketat. Dampaknya minimal, dan fokusnya hanya satu lokasi. Cruise hanya mengunjungi satu spot di taman. Sementara wisatawan non‑cruise yang diberlakukan kuota 1 000 orang per hari dapat berpindah dari satu spot ke spot lain di taman. “Kalau ini dia bergerak dari satu spot ke spot yang lain, bisa lebih dari enam bahkan,” ujar Hengki. “Jadi total kuota per tahun itu adalah kuota reguler, artinya untuk wisatawan yang bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, selalu mobile. Sementara Cruise tidak termasuk dalam hitungan reguler itu sehingga kuota 1 000 per hari rata‑rata itu tidak termasuk cruise,” jelasnya.

Dengan pembagian kuota ini, pihak pengelola berharap kunjungan ke Taman Nasional Komodo tetap terkontrol, menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan pengalaman yang teratur bagi para pengunjung. Pendekatan ini menegaskan pentingnya pengelolaan berkelanjutan di wilayah yang kaya akan keanekaragaman hayati.

Taman Nasional Komodokuota 1.000 orang per harikapal pesiarLabuan BajoNusa Tenggara Timurkunjungan regulerkelestarian lingkungan

Komentar

Memuat komentar...