Konsorsium Perguruan Bali Diresmikan, Riset Menjadi Solusi
Gambar atau konten salah?
15 Juni 2026 – Pada peresmian Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Bali di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, Bali, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyoroti fakta bahwa banyak hasil riset perguruan tinggi hanya berakhir menjadi naskah akademik.
Fauzan memulai pidatonya dengan menekankan bahwa kapasitas intelektual di kampus belum sepenuhnya memberikan dampak bagi masyarakat. “Selama ini perguruan tinggi dihuni oleh mereka yang memiliki kapasitas intelektual mumpuni. Ketika bicara tentang kepakaran, adalah itu di perguruan tinggi. Ketika bicara riset, adalah di perguruan tinggi. Tetapi selama ini semua itu hanya berakhir dengan prototipe-prototipe,” kata Fauzan.
Menurutnya, masalah utama bukan pada kualitas riset, melainkan kurangnya sinergi antar lembaga pendidikan tinggi dalam mengimplementasikan hasil penelitian. Akibatnya, banyak inovasi tidak berkembang menjadi solusi konkret bagi masyarakat maupun dunia pendidikan. “Yang lebih menyedihkan adalah mereka berjalan sendiri-sendiri. Padahal memiliki komoditas produk riset yang luar biasa,” imbuhnya.
Fauzan menilai konsorsium sebagai jawaban atas persoalan tersebut. Ia menegaskan bahwa melalui wadah kolaborasi ini, berbagai hasil riset dan kepakaran yang tersebar di perguruan tinggi dapat disatukan untuk menjawab tantangan pendidikan secara lebih terukur dan berkelanjutan. “Bangsa ini membutuhkan. Maka tidak ada pilihan lain, sekali lagi, konsorsium adalah jawabannya,” tegasnya.
Rektor Undiksha, I Wayan Lasmawan, mengakui bahwa perguruan tinggi di Bali belum optimal membangun sinergi dalam menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan. Ia menilai bahwa selama ini masing-masing kampus cenderung bergerak sendiri sehingga dampak yang dihasilkan belum maksimal. “Kami berharap konsorsium ini betul-betul mampu memberikan warna dalam pemecahan masalah pendidikan dan menghadirkan kerja nyata, bukan hanya diskusi di atas meja,” kata Lasmawan.
Lasmawan berharap konsorsium yang diresmikan hari ini dapat menjadi ruang kolaborasi yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga dunia industri melalui skema triple helix. Dengan demikian, berbagai persoalan pendidikan dapat ditangani secara lebih terintegrasi.
Peresmian ini menandai langkah konkret bagi perguruan tinggi di Bali untuk mengubah hasil riset menjadi solusi nyata. Konsorsium menjadi platform bagi para akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan lain untuk bekerja sama, mengurangi silo, dan mempercepat penerapan inovasi ke lapangan. Dengan demikian, potensi riset yang selama ini terpendam dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan pendidikan di wilayah ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Dishub Perpanjang Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Denpasar
Harga Tiket Pesawat Bali Naik Saat Libur Sekolah 2026
SPMB SMP Denpasar 2026: Kuota dan Jadwal Pendaftaran
297 Retaker Dokter Dihentikan Status, Kurang Tenaga Medis
Blokade Selat Hormuz Berakhir, Trump dan Iran Tandatangani
Tewas 72 Tahun I Ketut Sadra Ditemukan di Semak‑Semak
Berita Terbaru
Konsorsium Perguruan Bali Diresmikan, Riset Menjadi Solusi
Dishub Perpanjang Uji Coba Rekayasa Lalu Lintas Denpasar
Peringatan Hujan Lebat Petir di Sumut, 15 Juni 2026
Hujan deras, angin kencang melanda Sidrap, 7 rumah rusak
Pankreatitis Akut Pasien Diet Ekstrem, Berat Cepat Menyengat
Moriyasu Buang Kapten Endo dari Skuad Piala Dunia 2026
Jokowi Kunjungi Lampung 26‑28 Juni 2026: Persiapan 80% Siap
Doa Akhir Tahun 1447: Introspeksi dan Ampunan Bulan
Uji Ketelitian: Tantangan Logika Matematika Teka‑Teki