Kontaminan Tak Terduga: 5 Makanan yang Bisa Menyakitkan
Gambar atau konten salah?
Berbagai makanan yang kita konsumsi setiap hari bisa saja terkontaminasi oleh benda atau zat tak terduga. Kontaminasi tersebut dapat muncul di tahap produksi, penyimpanan, atau saat penyajian.
Kontaminan beragam, mulai dari bakteri, serangga, hingga kotoran kecil yang sulit terlihat. Semua ini dapat menurunkan kebersihan dan menimbulkan risiko kesehatan jika makanan tidak diolah dengan benar.
Menurut sebuah artikel The Guardian, ada lima jenis makanan yang sering menjadi sasaran kontaminasi. Berikut rincian dan cara mengatasinya.
- Cacing dalam ikan
Cacing parasit pada ikan cukup umum. Meski mengerikan, hal ini masih dianggap normal di industri pangan. Untuk mematikan parasit, ikan harus dibekukan minimal -20 derajat C selama 24 jam. "Pembekuan wajib untuk ikan yang dimakan mentah atau setengah matang," jelas otoritas pangan. Memasak pada suhu 60 derajat C selama satu menit juga cukup efektif. Mengonsumsi ikan yang terkontaminasi dapat menimbulkan penyakit. Pilihlah ikan berlabel sushi grade jika akan dimakan mentah. - Batu dalam tahu
Beberapa bahan makanan mengandung mineral atau batuan. Titanium dioksida dan silikon dioksida sering dipakai sebagai pewarna dan anti penggumpal. Bahan ini biasa ditemukan di makanan bubuk, tahu, dan roti. "Penggunaannya dianggap aman, tapi tetap perlu penelitian lebih lanjut," kata otoritas pangan. Gipsum, yang membantu mengeraskan tahu, juga aman bila dikonsumsi dalam jumlah normal, namun berlebihan dapat menyebabkan kembung. Garam batu berasal dari endapan laut purba dan biasanya tidak menimbulkan masalah. - Kayu dalam es krim
Carboxymethyl cellulose (CMC) dan methyl cellulose adalah bahan tambahan yang berfungsi sebagai pengental dan penstabil. Mereka berasal dari serat tumbuhan dan sering menjadi produk sampingan industri kayu. CMC tidak berbau dan tidak berasa, namun dapat disalahgunakan, misalnya disuntikkan ke seafood agar lebih berat. Meski umumnya aman, konsumsi berlebih masih diperdebatkan. Sebuah studi menyebut, "CMC bisa picu sakit perut dan ganggu keseimbangan bakteri usus." - Lilin dalam pisang
Buah sering dilapisi lilin agar tidak cepat kering. Pisang, alpukat, anggur, dan jeruk bisa diberi lapisan ini. Lilin bisa berasal dari bahan alami seperti shellac (kutu lak) dan beeswax, atau nabati seperti carnauba dari daun palem. Meski aman dikonsumsi, lapisan ini dapat menahan kotoran dan pestisida. Oleh karena itu, cuci buah dengan air hangat jika kulitnya akan dimakan. - Kecoak dalam kopi
Di AS, hingga 10% biji kopi mentah dapat terinfestasi serangga sebelum dibuang. Namun, biji yang terkontaminasi biasanya mudah dikenali. "Biji yang bergerak atau rusak akan disortir sebelum diproses," jelas praktisi industri kopi. Meskipun demikian, fragmen serangga masih dapat lolos ke produk akhir. Produsen lebih khawatir pada hama coffee berry borer yang merusak biji dari dalam.
Kontaminasi makanan tidak selalu tampak, namun dapat memengaruhi kesehatan bila tidak diatasi. Dengan memahami potensi bahaya dan cara pencegahannya, konsumen dapat membuat pilihan yang lebih aman dan menjaga kebersihan makanan sehari‑hari.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Gempa Magnitudo 3,1 Guncang Padangsidimpuan, Sumut
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Lirik Lagu Timur: Rindu dan Harapan di Jarak Jauh Menyusuri
SIM Baru Kini Verifikasi Wajah, Mulai 1 Juli 2026 Indonesia
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Berita Terbaru
Pasangan Ganda Indonesia Kalah di Indonesia Open, Siap Dunia
Harga Emas Antam Palembang Turun Rp2,759.000 per Gram
Harga Emas Antam Medan Turun Rp15.000 per Gram di Medan
Sekolah Jember Siapkan Lapangan Sepak Bola Internasional
Kementerian Sosial Buka 5.127 Posisi PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026
BKN Tegaskan Poster CPNS 2026 Hoaks, Cek Sumber Resmi
Kementerian Lingkungan Target Turunkan Emisi CO2 15% 2025
Korea Selatan & Panama Menang Uji Coba Piala Dunia 2026
