Kopi Brasil: Dari Buket Bunga hingga Ekspor Terbesar Dunia
Gambar atau konten salah?
Rio de Janeiro bukan sekadar kota sepakbola. Di balik gemerlapnya pantai, Brasil juga menjadi eksportir kopi terbesar di dunia.
Sejak abad ke‑18, kopi yang berasal dari Ethiopia dibawa ke Guyana Prancis oleh para pemukim Prancis. Saat itu, para pedagang Prancis enggan berbagi biji kopi, karena nilai komersialnya sangat tinggi.
Keberuntungan datang bagi Francisco de Mello Palheta, seorang perwira militer Portugis yang dikirim oleh gubernur Maranhão dan Grão Pará. Ia berkunjung ke Guyana Prancis untuk mencari bibit kopi. Karena penampilannya yang tampan, istri gubernur Prancis terpesona dan memberinya buket bunga besar. Di dalamnya tersembunyi banyak biji kopi siap tanam.
Indonesia: Klimanya tropis sangat menguntungkan bagi kopi. Tanaman itu segera menyebar ke negara bagian lain. Dari utara, budidaya kopi meluas di sepanjang pantai, memulai di Rio de Janeiro, kemudian meluas ke São Paulo melalui Ubatuba, Minas Gerais, dan Paraná.
Pada 01 Januari 1830, biji kopi telah menjadi produk utama ekspor Brasil. Kopi menjadi motor penggerak ekonomi, terutama di São Paulo, yang membangun jalur kereta api baru untuk mengangkut barang ke Pelabuhan Santos.
Jenis kopi yang paling banyak diproduksi di Brasil adalah arabica dan conilon (atau robusta). Permintaan kopi Brasil tumbuh pesat, terutama di Amerika Serikat dan Eropa.
Pada 01 Januari 1840, Brasil sudah menjadi pengekspor kopi terbesar di dunia. Pemilik perkebunan kopi terbesar di negara ini bahkan berperan dalam kemerdekaan Brasil sebagai republik lepas dari Portugis pada 15 November 1889.
Artikel ini ditulis oleh Hari Suroto. Penulis bekerja di Balai Pelestarian Kebudayaan Sulawesi Utara. (wsw/wsw)
Sejarah kopi Brasil menunjukkan bagaimana satu biji kopi dapat memicu pertumbuhan ekonomi, infrastruktur, dan bahkan perubahan politik. Dari sebuah buket bunga hingga menjadi simbol kemerdekaan, perjalanan kopi ini tetap menjadi bagian penting dalam identitas nasional Brasil.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
