Kerbau Albino 'Donald Trump' Diselamatkan, Dipindah ke Kebun
Gambar atau konten salah?
Kerbau albino yang hidup di kebun binatang Dhaka, Bangladesh, kini dikenal dengan julukan Donald Trump. Nama ini muncul karena rambut pirang di kepalanya menyerupai gaya rambut Presiden Amerika Serikat.
Awalnya, hewan ini dijadwalkan menjadi kurban pada perayaan Idul Adha, festival di mana umat Muslim menyembelih hewan sebagai bentuk pengorbanan. Namun, rencana itu berubah ketika foto kerbau tersebut tersebar luas di media sosial.
Popularitas tiba-tiba membuat publik menyorotnya. Banyak orang berpendapat bahwa hewan ini layak diselamatkan, bukan disembelih. Pemerintah Bangladesh merespons dengan memutuskan memindahkan kerbau ke kebun binatang Dhaka dan menghindari penyembelihan.
Di kebun binatang, kerbau tersebut menerima perawatan khusus: dimandikan, disisir, dan dikipasi agar tetap nyaman. Petugas kebun binatang memastikan ia tetap sehat dan terjaga kebersihannya.
Keunikan dan penampilan yang menarik membuat kerbau ini menjadi daya tarik utama. Ribuan pengunjung datang hanya untuk melihat Donald Trump secara langsung.
Kasus ini menegaskan bahwa media sosial dapat memengaruhi keputusan publik dan kebijakan perlindungan hewan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Promo Akhir Juli: Tiket Trans Studio Cibubur Mulai Rp398 Ribu
Piala Dunia 2026 Gagal Tarik Lonjakan Wisatawan
'Timuran di Bekasi' Hadirkan Musik Santai dan Games Seru
Nemuru Ciawi Siapkan Paket Liburan Sekolah Anak
Bandara Husein Sastranegara Resmi Jadi Bandara Internasional
13 Terluka dalam Lari Banteng San Fermin
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
