Lumajang Hentikan Puluhan Mobil Dinas, Fokus Efisiensi Anggaran
Gambar atau konten salah?
Di Lumajang, pemerintah kabupaten memutuskan menghentikan operasi puluhan mobil dinas pada 12 Juni 2026. Keputusan ini diambil sebagai upaya menekan pengeluaran daerah, mengingat kenaikan harga bahan bakar minyak.
Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati setelah menggelar pertemuan dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menyatakan, “Mulai hari ini kami menghentikan operasional mobil dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang,” kepada wartawan pada 12 Juni 2026.
Indah menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan efisiensi anggaran. “Penghentian operasional puluhan mobil dinas bertujuan untuk efisiensi anggaran pemerintah,” tambahnya. Namun, ia menegaskan bahwa tidak semua kendaraan dinas terhenti. Beberapa kendaraan yang terkait langsung dengan pelayanan masyarakat tetap beroperasi.
Berikut kendaraan yang tetap beroperasi:
- Mobil ambulans
- Mobil pemadam kebakaran
- Skylift
Selain itu, Pemkab Lumajang menginstruksikan agar kendaraan yang tidak digunakan tetap berada di lingkungan kantor pemerintah kabupaten maupun kantor kecamatan. Mobil dinas yang dihentikan tidak boleh dibawa pulang dan harus diparkir di area kantor masing-masing.
Keputusan ini mencerminkan upaya pemerintah daerah untuk menyesuaikan pengeluaran dengan kondisi ekonomi, sekaligus menjaga layanan publik yang penting tetap berjalan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
