Kredit Maret 2026 Tumbuh 9,49%, Undisbursed Rp 2,527 TTr
Gambar atau konten salah?
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa kredit yang belum disalurkan perbankan, atau undisbursed loan, mencapai Rp 2.527,26 triliun pada Maret 2026. Angka ini setara dengan 22,59% dari plafon kredit yang tersedia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyoroti angka ini di tengah pertumbuhan kredit perbankan yang terus naik. Menurutnya, kredit bank tumbuh 9,49% secara tahunan pada Maret 2026, lebih tinggi dibandingkan 9,37% pada Februari 2026. “Kredit perbankan pada Maret 2026 tumbuh sebesar 9,49% lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada Februari 2026 sebesar 9,37%,” ujar Perry dalam hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bulanan April 2026 yang disiarkan secara daring, 22 April 2026.
Menurut analisisnya, pertumbuhan kredit perbankan didukung oleh tiga segmen utama: kredit investasi, kredit modal kerja, dan kredit konsumsi. Ketiganya tumbuh masing-masing sebesar 20,85%, 4,38%, dan 5,88%. Perry memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit pada tahun 2026 akan tetap berada di kisaran 8-12%, dipengaruhi oleh sisi permintaan dan penawaran.
Di tengah kenaikan kredit bank, Perry menekankan bahwa kredit yang belum disalurkan masih tinggi. Menurutnya, pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan, khususnya dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman. “Fasilitas pinjaman yang belum digunakan atau undisbursed loan, yang masih cukup besar, yaitu mencapai Rp 2.527,46 triliun atau 22,59% dari plafon kredit yang tersedia,” jelas Perry.
Dari sisi penawaran, kapasitas pembiayaan perbankan untuk menyalurkan kredit masih memadai. Hal ini terlihat dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang mencapai 27,85%. Selain itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh tinggi sebesar 13,55% (yoy) pada Maret 2026.
Ke depan, Bank Indonesia berencana terus memperkuat kapasitas pendanaan perbankan, termasuk pengembangan instrumen non-traditional funding, non-DPK, guna mendukung penyaluran kredit perbankan.
Angka-angka ini menunjukkan bahwa meski kredit perbankan tumbuh, masih ada potensi besar dalam memanfaatkan fasilitas pinjaman yang belum terpakai. BI tetap fokus pada peningkatan kapasitas dan efisiensi penyaluran kredit untuk mendukung perekonomian.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
IHSG Turun, Rupiah Lemah di Tengah Ketidakpastian Global
Menteri Keuangan: IHSG Turun 19% Tanpa Intervensi Pemerintah
DPR Izinkan Danantara Emitir Patriot Bond, Merah Putih Bond
BP3D Luncurkan Program Infrastruktur di Daerah Jauh
Menteri Keuangan: Rupiah Menurun, BI Jaga Stabilitas
Dolar AS Kuat, Rupiah Tertekan ke Rp18.000 per Unit Jumat
Berita Terbaru
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Spanyol: Juara 2010, Kini Performa Tidak Konsisten
Jetour T1 i-DM: Hybrid Adaptif, 100 km Listrik Murni
Liverpool Pecat Pelatih Arne Slot, Van Dijk
Fabiola Terjebak, Scammer Internasional Jangkau Sukoharjo
MotoGP Hungaria 2026: Ducati Harapan Juara di Balaton Park
BRIN Buka Program DBR Mahasiswa Riset Semikonduktor
