Kredit Nganggur Rp 2.490 Triliun, BI Yakin Target Tercapai

Ani R. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kredit Nganggur Rp 2.490 Triliun, BI Yakin Target Tercapai

Gambar atau konten salah?

Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa dana pinjaman yang belum tersalurkan, atau yang biasa disebut kredit nganggur, di sektor perbankan mencapai angka yang sangat besar. Tepatnya, nilainya adalah Rp 2.490 triliun. Jumlah ini setara dengan 21,52% dari total plafon kredit yang tersedia. Meskipun angkanya besar, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa penyaluran kredit secara keseluruhan masih berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan 8-12% hingga akhir tahun 2026.

Dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 22 Juli 2026, Perry menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 2.490 triliun tersebut merupakan bagian dari fasilitas pinjaman yang sudah disetujui tetapi belum diambil oleh nasabah. Ia menekankan pentingnya mendorong realisasi pinjaman ini agar bisa digunakan untuk membiayai aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan. "Masih besarnya fasilitas pinjaman yang belum digunakan... sehingga perlu terus didorong realisasinya untuk mendukung pembiayaan ekonomi," ujarnya.

Dari sisi permintaan, Perry melihat bahwa minat bank untuk menyalurkan kredit masih longgar. Artinya, bank-bank masih bersedia memberikan pinjaman. Namun di sisi lain, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan nasional justru tumbuh cukup tinggi. Hingga Juni 2026, pertumbuhan DPK tercatat sebesar 10,21%. Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih banyak menyimpan uangnya di bank.

Perry juga membeberkan data terbaru soal pertumbuhan kredit. Hingga Juni 2026, rata-rata pertumbuhan kredit perbankan nasional mencapai 12,67%. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya, Mei 2026, yang berada di level 11,51%. "Pertumbuhan kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat sebesar 12,67%, meningkat dari pertumbuhan Mei 2026 sebesar 11,51%," jelasnya.

Jika dilihat berdasarkan jenis penggunaannya, kredit yang disalurkan paling banyak digunakan untuk tiga hal: investasi, modal kerja, dan konsumsi. Data menunjukkan bahwa kredit investasi tumbuh paling tinggi, yaitu 24,9%. Disusul kredit modal kerja yang tumbuh 8,94%, dan kredit konsumsi yang tumbuh 5,75%. Dengan data-data ini, Perry optimistis bahwa pertumbuhan kredit nasional sepanjang 2026 akan tetap terjaga di kisaran 8-12%.

Angka kredit nganggur yang besar ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa meskipun bank sudah menyiapkan dana pinjaman, belum semua dimanfaatkan oleh dunia usaha atau masyarakat. Padahal, penyaluran kredit yang lebih tinggi bisa menjadi motor penggerak ekonomi. Namun, pertumbuhan kredit yang sudah mencapai 12,67% di pertengahan tahun menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi mulai menggeliat, terutama di sektor investasi yang tumbuh pesat.

kredit nganggurBank Indonesiapertumbuhan kreditdana pihak ketigakredit investasipembiayaan ekonomitarget pertumbuhan

Komentar

Memuat komentar...