Dolar Kembali Menguat ke Rp 17.934
Gambar atau konten salah?
Nilai tukar dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan penguatan terhadap rupiah pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Mata uang Negeri Paman Sam tersebut tercatat berada di kisaran Rp 17.900-an.
Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS dibuka pada level Rp 17.921 pagi ini. Tak berselang lama, sekitar pukul 09.05 WIB, dolar AS bergerak naik 0,26% ke posisi Rp 17.934. Angka ini menunjukkan penguatan yang cukup terlihat sejak awal perdagangan.
Pada hari sebelumnya, Selasa, 21 Juli 2026, dolar AS sempat mengalami pelemahan hingga menyentuh level Rp 17.888. Namun, pergerakan harian itu tak mengubah tren penguatan yang lebih besar. Sepanjang tahun 2026, dolar AS tercatat telah menguat terhadap rupiah sebesar 7,51%.
Tak hanya terhadap rupiah, dolar AS juga menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia lainnya. Terhadap euro, dolar AS naik 0,05%. Penguatan juga terjadi terhadap poundsterling Inggris, yakni sebesar 0,06%. Dolar AS juga menguat 0,07% terhadap dolar Australia, dan naik 0,02% terhadap franc Swiss.
Namun, tidak semua mata uang besar mengalami tekanan. Dolar AS justru melemah 0,01% terhadap yen Jepang. Pelemahan juga terjadi terhadap dolar Kanada, di mana dolar AS turun 0,03%.
Penguatan dolar AS yang konsisten sepanjang tahun ini menunjukkan tekanan yang berkelanjutan terhadap rupiah. Meskipun sempat ada sedikit koreksi pada perdagangan sebelumnya, tren penguatan dolar AS masih mendominasi. Pergerakan ini menjadi perhatian bagi pelaku pasar dan masyarakat yang bergantung pada stabilitas nilai tukar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
