Kredit Maybank Indonesia Tembus Rp 128 Triliun, NPL Turun
Gambar atau konten salah?
PT Bank Maybank Indonesia Tbk. melaporkan pencapaian kinerja hingga September 2026. Bank ini menyalurkan kredit sebesar Rp 128,39 triliun. Angka itu naik 6,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit ini terutama didorong oleh segmen korporasi dan bisnis komersial. Kualitas aset juga membaik. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit tetap terjaga kualitasnya.
Pada sembilan bulan pertama 2026, kredit Global Banking (GB) Maybank Indonesia tumbuh 14,6% menjadi Rp 57,35 triliun. Segmen Large Local Corporates (LLC) menjadi pendorong utama. Kredit LLC melonjak 48,0%. Commercial Banking juga naik 20,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Segmen korporasi dan komersial memang menjadi motor utama ekspansi kredit Maybank Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Sementara itu, kredit Community Financial Services (CFS) meningkat 1,2% menjadi Rp 71,03 triliun. Di segmen ini, kredit SME Banking tumbuh 9,6%. Kredit ritel naik 2,1%.
Pertumbuhan kredit ritel didukung oleh pembiayaan otomotif yang naik 5,3%. Ini sejalan dengan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat di pasar dalam negeri. Kredit melalui kartu kredit dan kredit tanpa agunan (KTA) juga meningkat 11,0% secara tahunan.
Dengan pertumbuhan di berbagai segmen, Maybank Indonesia terus memperluas penyaluran kredit untuk membiayai nasabah di berbagai lini bisnis.
Kualitas kredit Maybank Indonesia juga semakin baik. Per September 2026, rasio kredit bermasalah atau non-performing loans (NPL) gross turun menjadi 2,1%. Sebelumnya, di September 2025, angkanya 2,4%. NPL net membaik menjadi 1,3% dari sebelumnya 1,5%.
Penurunan rasio kredit bermasalah ini menunjukkan bahwa pertumbuhan kredit berjalan seiring dengan pengelolaan risiko yang hati-hati.
Dari sisi pendanaan, Maybank Indonesia melaporkan pertumbuhan giro dan tabungan atau current account and savings account (CASA) sebesar 16,7% menjadi Rp 79,81 triliun. Rasio CASA menguat menjadi 64,1% pada September 2026. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, rasionya 52,2%.
Peningkatan porsi dana murah ini memperbaiki komposisi pendanaan bank. Ini membantu efisiensi biaya dana untuk menopang pertumbuhan bisnis.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, mengatakan capaian kinerja pada sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan konsistensi bank dalam menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
"Pertumbuhan kredit di berbagai segmen bisnis dan perbaikan komposisi pendanaan turut mendukung kinerja bisnis inti Maybank Indonesia di tengah volatilitas pasar keuangan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (30 Oktober 2026).
Sejalan dengan itu, per September 2026 Maybank Indonesia membukukan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 5,75 triliun. Angka ini naik 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan bunga bersih didukung penurunan beban bunga. Pendapatan bunga dari bisnis pembiayaan anak usaha juga meningkat.
Pendapatan operasional atau gross operating income (GOI) tercatat sebesar Rp 7,28 triliun. Ini tumbuh 0,4% secara tahunan. Laba sebelum pajak konsolidasian Maybank Indonesia sepanjang sembilan bulan pertama 2026 mencapai Rp 1,43 triliun.
Bisnis syariah Maybank Indonesia juga tumbuh. Hingga September 2026, pembiayaan Unit Usaha Syariah naik 18,4% secara tahunan menjadi Rp 32,46 triliun. Laba sebelum pajaknya meningkat 29,4% menjadi Rp 668 miliar.
Dana murah (CASA) tumbuh 12,6% menjadi Rp 25,58 triliun. Rasio CASA naik dari 62,2% menjadi 70,8%. Ini mencerminkan penguatan struktur pendanaan bisnis Maybank Indonesia.
Setelah menyelesaikan transformasi menjadi grup keuangan terintegrasi pada Agustus 2026, Maybank Indonesia memprioritaskan penguatan kolaborasi antar entitas. Bank ini juga memanfaatkan kapabilitas bisnis untuk menghadirkan solusi keuangan yang lebih lengkap bagi nasabah.
Secara keseluruhan, kinerja Maybank Indonesia pada sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan pertumbuhan di berbagai lini, baik kredit, pendanaan, maupun laba. Kualitas aset juga membaik. Ini terjadi di tengah kondisi pasar keuangan yang masih bergejolak.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIG Pertimbangkan Buyback Saham di Tengah Gejolak Pasar
IHSG Melemah Meski Investor Asing Beli Bersih Rp253 M
Lagarde Mundur dari ECB, Efektif Februari 2027
IHSG Tembus 5.000, Investor Masih Defensif
IHSG Jatuh ke 5.057, 523 Saham Melemah
Pendapatan PANI Naik 19%, Laba Melonjak 145% di Kuartal III 2026
