Krisis Air Bersih Terjang 1.229 Warga Pangandaran
Gambar atau konten salah?
Musim kemarau yang berkepanjangan mulai menekan Kabupaten Pangandaran. Krisis air bersih kini menjadi kenyataan yang dihadapi ribuan warga. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran mencatat, sebanyak 406 Kepala Keluarga atau sekitar 1.229 jiwa sudah merasakan dampak langsung kekeringan. Mereka sangat bergantung pada pasokan air bersih dari luar.
Wilayah terdampak tersebar di empat kecamatan: Mangunjaya, Padaherang, Kalipucang, dan Parigi. Jika hujan tidak segera turun, jumlah titik kekeringan diprediksi akan bertambah. "Ada potensi kekeringan bisa meluas ke beberapa wilayah di Kabupaten Pangandaran," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi.
BPBD tidak tinggal diam. Sejak 30 Juni hingga 7 Juli 2026, sebanyak 15.000 liter air bersih sudah didistribusikan. Bantuan ini menyasar tiga desa di tiga kecamatan yang paling membutuhkan: Desa Pamotan di Kecamatan Kalipucang, Desa Parakanmanggu di Kecamatan Parigi, dan Desa Mangunjaya di Kecamatan Mangunjaya. Debit sumber air di sana terus menurun, membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Alhamdulillah penyaluran air bersih ke wilayah terdampak sudah kami sampaikan secara bertahap sesuai permintaan dari pihak desa setempat," kata Dodo pada Rabu, 8 Juli 2026. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari desa-desa. Pemerintah desa diminta untuk proaktif melaporkan kondisi wilayahnya. Semakin cepat laporan masuk, semakin cepat pula penanganan bisa dilakukan.
Dodo juga mengingatkan bahwa durasi kemarau yang panjang bisa memperparah situasi. Ia mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air bersih. "Kami harapkan bagi wilayah yang sumber airnya melimpah hemat dan bisa saling berbagai antar warga yang membutuhkan," katanya. Imbauan ini keluar karena cadangan air bersih semakin menipis. BPBD terus memantau lapangan, waspada terhadap kemungkinan munculnya titik-titik kekeringan baru.
Krisis air bersih di Pangandaran bukan sekadar angka. Di balik 1.229 jiwa yang terdampak, ada rutinitas harian yang terganggu. Mandi, memasak, dan minum menjadi kegiatan yang tidak lagi sederhana. Bantuan 15.000 liter air bersih memang sudah disalurkan, tapi itu belum cukup jika kemarau terus berlanjut. Ketergantungan pada pasokan air dari luar masih akan berlangsung selama sumber-sumber air lokal belum pulih.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ridwan Kamil Resmi Ajukan Adopsi Arkana
Petani Pangandaran Tercekik Biaya Pompa Air
Ridwan Kamil Ajukan Adopsi Arkana ke PA Bandung
Ridwan Kamil Hadiri Sidang Pengangkatan Anak Arkana
Letusan Gunung Bawah Laut di Papua Nugini Ancam Bentuk Pulau Baru
Muscab Pramuka Karawang Pilih Asep Aang sebagai Ketua
Berita Terbaru
Krisis Air Bersih Terjang 1.229 Warga Pangandaran
Camat Boyolali Bantah Sengaja Kirim Video Tak Senonoh ke Mantan Karyawati
Bandara Husein Siap Layani Penerbangan Internasional
Pencurian Celana Dalam di Banyuwangi Viral, Pelaku Masih Misteri
Warga TPA Jatiwaringin Diminta Waspadai Asap Kebakaran
8 Kuliner Khas Indramayu yang Wajib Dicoba
Messi Cetak Gol di 9 Laga Piala Dunia Beruntun, Pecahkan Rekor
11 Pemain Persib Dipanggil ke Timnas untuk Piala AFF 2026
BRIN Targetkan Peluncuran Satelit NEO-1 Januari 2027
