Krisis BBM Bangladesh: SPBU Antrean Panjang, Tutup Diusulkan

Nita W. · 1 min baca · 2 bulan lalu · 36 dibaca
Bisik.id
Krisis BBM Bangladesh: SPBU Antrean Panjang, Tutup Diusulkan

Gambar atau konten salah?

Krisis bahan bakar minyak (BBM) melanda Bangladesh di tengah perang di Asia Barat antara Israel dan Iran, dengan keterlibatan Amerika Serikat (AS). Beberapa SPBU melaporkan antrean panjang dan situasi kacau karena stok terbatas.

Asosiasi Pemilik SPBU Bangladesh menuntut perlindungan di SPBU dan mengancam akan menghentikan pasokan BBM. Pemerintah diminta mengambil tindakan tegas untuk mengendalikan situasi.

"Di bawah perusahaan pemasok bahan bakar milik negara, Bangladesh Petroleum Corporation (BPC), perusahaan minyak memasok jumlah bahan bakar setiap hari yang tidak mencukupi dibandingkan dengan permintaan," dikutip pada 25 Maret 2026.

Pelanggan terpaksa antre panjang selama berjam-jam untuk membeli BBM. Akibatnya banyak yang kelelahan, frustrasi dan kesal.

Pekerja SPBU berjuang menahan tekanan yang meningkat dan sering berargumen dengan pelanggan yang kesal.

"Secara keseluruhan, situasi telah mencapai titik kritis karena masalah keamanan dan pasokan bahan bakar yang tidak memadai, ada risiko nyata bahwa SPBU di seluruh negeri dapat terpaksa ditutup kapan saja,"

Asosiasi menilai pemerintah mengabaikan masalah keamanan dalam sistem distribusi BBM. Situasi saat ini mencerminkan tingkat salah urus dan ketidakbertanggungjawaban yang ekstrem,

Beberapa pengendara sepeda motor tanpa SIM bahkan mengancam akan membakar SPBU. Sekitar pukul 3:00 pagi, massa memaksa SPBU dibuka dan mengambil BBM dalam jumlah besar, tanpa pembayaran.

"Insiden semacam itu kini mengancam pemilik SPBU di seluruh negeri, hampir tidak ada jaminan keamanan. Bersamaan dengan kekurangan bahan bakar, kurangnya keamanan yang disediakan negara telah membuat krisis ini semakin parah,"

Krisis BBM di Bangladesh menyoroti ketergantungan pada pasokan nasional dan kebutuhan akan sistem distribusi yang aman serta respons pemerintah yang cepat.

Krisis BBM BangladeshSPBUIsrael IranBPCkekurangan bahan bakarkeamanan SPBUpemerintah

Komentar

Memuat komentar...