Kumpulan Ide Ice Breaking Seru untuk MPLS 2025

Fajar H. · 7 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Kumpulan Ide Ice Breaking Seru untuk MPLS 2025

Gambar atau konten salah?

Menjelang tahun ajaran baru, sekolah-sekolah di Indonesia bersiap menyambut peserta didik baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dalam kegiatan ini, siswa tidak hanya diperkenalkan pada gedung sekolah, guru, dan peraturan, tetapi juga diberikan berbagai materi pembekalan.

Salah satu aktivitas yang kerap diselipkan di sela-sela penyampaian materi adalah ice breaking. Permainan singkat ini bertujuan mencairkan suasana, mengusir rasa bosan, membangkitkan semangat, dan membangun kekompakan. Jenis permainannya pun perlu disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, hingga SMA/SMK.

Berikut ini kumpulan ide ice breaking yang seru, lucu, kreatif, dan mudah diterapkan di sekolah.

Ice Breaking untuk MPLS SD

  1. Senam Lucu
    Gerakan sederhana dan menghibur bisa menjadi pembuka kegiatan MPLS yang menyenangkan. Selain mencairkan suasana, aktivitas ini membantu siswa lebih rileks dan bersemangat. Cocok dilakukan secara berkelompok di dalam maupun luar ruangan.
  2. Gerak dan Lagu Ceria
    Guru atau panitia mengajak peserta menyanyikan lagu anak atau lagu penyemangat sambil mengikuti gerakan yang telah ditentukan. Aktivitas ini melatih koordinasi tubuh, meningkatkan konsentrasi, dan membuat suasana lebih hidup.
  3. Senam Nama Buah
    Panitia menentukan gerakan tertentu untuk setiap nama buah. Misalnya, saat mendengar kata "pisang", peserta merentangkan kedua tangan. Saat mendengar "anggur", peserta membentuk lingkaran dengan kedua tangan. Permainan ini melatih fokus, daya ingat, dan kecepatan merespons instruksi.
  4. Merangkai Cerita dari Gambar
    Setiap peserta mendapat beberapa kartu bergambar yang harus disusun menjadi alur cerita. Setelah selesai, mereka diminta menceritakan hasil kreasinya di depan teman-teman. Permainan ini mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan keberanian berbicara.
  5. Mewarnai Bersama
    Guru menyiapkan satu gambar berukuran besar yang dibagi menjadi beberapa bagian. Setiap siswa mewarnai satu bagian hingga seluruh gambar menjadi utuh. Kegiatan ini melatih kreativitas sekaligus mengajarkan kerja sama dan tanggung jawab.
  6. Puzzle Kelompok
    Panitia membagikan potongan puzzle secara acak kepada seluruh peserta. Mereka harus bekerja sama mencari potongan yang sesuai hingga membentuk gambar atau kalimat lengkap. Aktivitas ini mendorong komunikasi dan kekompakan.
  7. Cari Aku
    Guru atau panitia memberikan instruksi untuk mencari benda di sekitar berdasarkan ciri tertentu, misalnya benda berwarna merah, berbentuk bulat, atau terbuat dari kayu. Peserta paling cepat menemukan benda sesuai instruksi menjadi pemenang. Permainan ini melatih ketelitian dan kecepatan berpikir.
  8. Tebak Hewan Darat, Laut, dan Udara
    Panitia menyebutkan salah satu kategori hewan. Peserta kemudian menyebutkan nama hewan yang sesuai secara bergantian. Permainan ini menambah pengetahuan sekaligus melatih konsentrasi.
  9. Rantai Nama Hewan
    Permainan dimulai dengan satu nama hewan yang disebutkan panitia. Peserta berikutnya harus menyebutkan nama hewan lain yang diawali huruf terakhir dari nama hewan sebelumnya. Permainan berlangsung hingga tidak ada lagi peserta yang bisa menjawab.
  10. Bentuk Bangun Datar
    Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Guru atau panitia meminta setiap kelompok membentuk bangun datar tertentu, seperti persegi, segitiga, atau lingkaran, menggunakan posisi tubuh mereka. Permainan ini melatih kerja sama, komunikasi, dan kekompakan tim.
  11. Permainan Olahraga Mini
    Ice breaking juga bisa dilakukan melalui permainan fisik sederhana, seperti estafet, lari kelereng, balap karung, atau lempar bola ke sasaran. Selain membuat suasana lebih seru, aktivitas ini mengajak siswa bergerak aktif dan mempererat kebersamaan.
  12. Tebak Gaya
    Panitia menunjuk satu peserta untuk memperagakan gerakan tertentu tanpa berbicara. Peserta lain atau setiap kelompok harus menebak gerakan yang diperagakan. Kelompok atau peserta dengan jawaban benar terbanyak menjadi pemenang. Permainan ini melatih kreativitas, kekompakan, dan kemampuan mengamati.

Ice Breaking untuk MPLS SMP

  1. Urut Angka
    Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok, lalu setiap anggota memperoleh nomor secara berurutan. Panitia menampilkan deretan angka yang telah diacak. Tugas setiap kelompok adalah menyusun barisan sesuai urutan angka dengan cepat dan tepat. Kelompok tercepat menjadi pemenang.
  2. Rantai Nama Hewan
    Panitia memulai dengan menyebutkan satu nama hewan. Peserta berikutnya melanjutkan dengan nama hewan lain yang diawali huruf terakhir dari nama hewan sebelumnya. Permainan berlangsung bergiliran hingga tidak ada lagi peserta yang bisa menjawab.
  3. Nama dan Gerakan Unik
    Seluruh peserta berdiri membentuk lingkaran. Setiap siswa memperkenalkan diri sambil memperagakan satu gerakan khas. Peserta berikutnya harus mengulang nama dan gerakan teman sebelumnya sebelum memperkenalkan dirinya sendiri. Aktivitas ini membantu siswa lebih mudah mengingat nama teman-teman baru.
  4. Rangkai Nama
    Peserta memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama lengkap yang dipadukan dengan kata sifat berawalan huruf yang sama, misalnya "Budi yang Baik" atau "Cindy yang Ceria". Peserta berikutnya harus mengingat dan mengulang nama peserta sebelumnya sebelum menyebutkan identitasnya sendiri. Permainan ini melatih daya ingat sekaligus membangun keakraban.
  5. Tebak Kata Terbalik
    Salah satu peserta mengucapkan sebuah kata dengan susunan huruf atau pelafalan terbalik. Peserta lain berlomba menebak kata yang dimaksud secepat mungkin. Permainan ini melatih konsentrasi, kreativitas, dan kecepatan berpikir.
  6. Kuis Cepat
    Panitia menyiapkan sejumlah pertanyaan ringan seputar pengetahuan umum, sejarah, budaya, atau informasi menarik lainnya. Peserta berlomba menjawab pertanyaan dengan cepat dan benar. Selain menciptakan suasana seru, permainan ini juga menambah wawasan.
  7. Tebak Gambar dari Deskripsi
    Peserta dibagi menjadi beberapa pasangan dan duduk saling membelakangi. Salah satu peserta memegang gambar, sedangkan pasangannya harus menggambar ulang berdasarkan penjelasan yang diberikan tanpa melihat gambar asli. Aktivitas ini melatih kemampuan berkomunikasi, mendengarkan, dan bekerja sama.
  8. Pecah Balon
    Panitia menyiapkan beberapa balon yang di dalamnya berisi kertas berisi pertanyaan atau tantangan sederhana, seperti memperkenalkan diri, menyebutkan hobi, atau menyanyikan lagu singkat. Setiap peserta memilih satu balon, memecahkannya, lalu menjalankan instruksi yang diperoleh.
  9. Balap Pecahkan Balon
    Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing memperoleh satu balon. Dengan aturan yang telah ditentukan, misalnya memecahkan balon menggunakan tubuh tanpa bantuan benda tajam, setiap kelompok berlomba menyelesaikan tantangan. Kelompok tercepat menjadi pemenang.
  10. Cari Teman dengan Kesamaan
    Peserta diminta menemukan teman yang memiliki kesamaan, seperti hobi, warna favorit, makanan kesukaan, atau cita-cita. Setelah itu, mereka saling memperkenalkan diri dan menceritakan persamaan tersebut kepada kelompok kecil. Permainan ini efektif membangun keakraban sejak hari pertama MPLS.
  11. Sambung Lirik Lagu
    Salah satu peserta menyanyikan potongan lirik lagu, kemudian berhenti pada kata tertentu. Peserta berikutnya harus melanjutkan dengan lagu lain yang diawali menggunakan kata terakhir dari lirik sebelumnya. Permainan ini melatih daya ingat sekaligus menciptakan suasana yang lebih santai.
  12. Karaoke Berantai
    Peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menyanyikan satu lagu secara bergantian, kemudian kelompok berikutnya melanjutkan dengan lagu berbeda. Selain menghibur, aktivitas ini membantu membangun kekompakan dan rasa percaya diri.
  13. Tepuk Konsentrasi
    Permainan ini memadukan tepuk tangan dengan gerakan yang dilakukan dalam tempo semakin cepat. Seluruh peserta mengikuti aba-aba panitia sambil mengucapkan kalimat, misalnya, "Aku konsentrasi karena aku ingin tahu, guruku berbicara, aku yang mendengarkan... siap!" Permainan diakhiri dengan satu tepukan keras pada kata "siap". Aktivitas ini efektif melatih fokus dan kesiapan peserta.
  14. Simon Says (Ikuti Aba-aba)
    Panitia memberikan berbagai instruksi kepada peserta. Namun, peserta hanya boleh mengikuti perintah yang diawali dengan kalimat "Simon says...". Jika instruksi diberikan tanpa kalimat tersebut, peserta tidak boleh bergerak. Permainan ini menguji konsentrasi, ketelitian, dan kecepatan dalam merespons aba-aba.

Ice Breaking untuk MPLS SMA/SMK

  1. Dua Kebenaran dan Satu Kebohongan
    Setiap peserta diminta menyampaikan tiga pernyataan tentang dirinya. Dua di antaranya merupakan fakta, sedangkan satu lainnya adalah kebohongan. Peserta lain bertugas menebak pernyataan yang tidak benar. Permainan ini menjadi cara menyenangkan untuk saling mengenal sekaligus mencairkan suasana.
  2. Nama dan Karakteristik
    Peserta memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama serta satu karakteristik atau hal unik tentang dirinya, seperti hobi, makanan favorit, cita-cita, atau tempat impian yang ingin dikunjungi. Aktivitas ini membantu peserta menemukan kesamaan minat dan membuka percakapan dengan teman-teman baru.
  3. Perkenalan Tiga Fakta
    Setiap peserta menyampaikan tiga fakta menarik tentang dirinya. Fakta tersebut sebaiknya unik, lucu, atau jarang diketahui orang lain agar memancing rasa penasaran dan interaksi. Permainan ini efektif membangun keakraban di awal kegiatan MPLS.
  4. Tukar Cerita Lewat Benda Favorit
    Siswa diminta membawa satu benda yang memiliki makna khusus bagi dirinya. Benda tersebut kemudian dipertukarkan secara acak dengan peserta lain. Masing-masing peserta kemudian memperkenalkan benda yang diterimanya sekaligus menjelaskan alasan mengapa benda tersebut penting bagi pemiliknya.
  5. Tebak Jumlah Lingkaran
    Panitia menampilkan angka, huruf, atau kata tertentu. Peserta diminta menghitung jumlah lingkaran yang terdapat pada karakter tersebut. Misalnya angka 690 memiliki tiga lingkaran, masing-masing berasal dari angka 6, 9, dan 0. Permainan ini melatih ketelitian, fokus, dan kecepatan berpikir.
  6. Percaya Teman
    Peserta dibagi menjadi beberapa pasangan. Salah satu peserta ditutup matanya, sedangkan pasangannya bertugas memberikan arahan untuk melewati rintangan tanpa menyentuh benda yang telah disiapkan. Permainan ini bertujuan melatih kepercayaan, komunikasi, dan kerja sama.
  7. Fakta Unik tentang Diri
    Setiap siswa menuliskan tiga fakta menarik mengenai dirinya pada selembar kertas. Selanjutnya, seluruh kertas dikumpulkan dan dibagikan secara acak kepada peserta lain. Tugas mereka adalah mencari pemilik fakta tersebut. Aktivitas ini menjadi cara seru untuk saling mengenal.
  8. Peta Perjalanan Hidup
    Peserta diminta membuat ilustrasi sederhana mengenai perjalanan hidup, pengalaman berkesan, atau cita-cita yang ingin diraih. Setelah selesai, mereka mempresentasikan hasilnya di depan kelompok. Kegiatan ini melatih kemampuan bercerita sekaligus mempererat hubungan antarpeserta.
  9. Hitung 3, 6, 9 Dor
    Seluruh peserta berdiri membentuk lingkaran dan menghitung angka secara bergantian. Namun, setiap angka yang mengandung atau merupakan kelipatan 3, 6, atau 9 harus diganti dengan kata "dor". Peserta yang keliru menyebut angka dapat diberikan tantangan ringan sebelum permainan dilanjutkan.
  10. Boom Cak Swift
    Permainan ini menguji kecepatan reaksi dan konsentrasi peserta. Dua orang duduk saling berhadapan sambil mengikuti instruksi yang diberikan panitia, yaitu "Boom" (menggebrak meja), "Cak" (bertepuk tangan), atau "Swift" (mengambil benda yang telah disepakati, misalnya penghapus). Instruksi diberikan secara acak dengan tempo yang semakin cepat. Peserta yang salah melakukan gerakan atau terlambat merespons dapat diberi tantangan ringan.

Kumpulan ice breaking untuk MPLS SD, SMP, hingga SMA ini bisa menjadi referensi bagi guru atau panitia. Permainan-permainan tersebut dirancang untuk mencairkan suasana, membangun keakraban, dan melatih berbagai keterampilan seperti konsentrasi, kerja sama, dan kreativitas. Pemilihan jenis permainan sebaiknya disesuaikan dengan usia peserta agar kegiatan berjalan efektif dan menyenangkan.

MPLSice breakingsekolahpeserta didik barukekompakankreativitaskonsentrasi

Komentar

Memuat komentar...