Appi Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Dukungan Ditolak
Gambar atau konten salah?
Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, siap menyerahkan 20 dukungan dari DPD II tingkat kabupaten/kota untuk maju sebagai calon ketua Golkar Sulawesi Selatan. Kubu Appi sudah menyiapkan langkah hukum jika dukungan-dukungan itu dibatalkan.
Hal ini disampaikan Ketua Golkar Takalar, Zulkarnain Arief, setelah Appi resmi mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD I Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, pada Senin, 13 Juli 2026. Zulkarnain mengklaim dukungan dari DPD II itu sah karena sudah melalui rapat pleno dan dibubuhi materai.
"Kita juga akan bawa 20 surat rekomendasi dukungan yang sudah dipegang Pak Appi, itu wajib karena sudah ada kuasa dukungannya, bermaterai, hasil pleno. Kalau itu tertolak (surat dukungan rekomendasi) kemungkinan kita akan ke pengadilan, pengadilan yang akan putuskan," kata Zulkarnain.
Zulkarnain menambahkan, dukungan yang dikantongi Appi tidak pernah ditarik oleh DPD II yang memberikannya. Bahkan, ia mengaku sudah memberi kesempatan kepada DPD II untuk mencabut dukungan tersebut.
"Terakhir, saya sampaikan kalau ini hari (kemarin) batas waktu kalau tidak diambil aslinya (surat rekomendasi dukungan) maka saudara ketua-ketua (DPD II) itu sah untuk diwakili oleh tim nya Pak Appi. Kalau mau ambil aslinya silakan. Tapi ini sudah lima kali disampaikan di grup, mereka hanya baca," jelasnya.
Pihak Appi juga berharap panitia pengarah (steering committee) Musda Golkar Sulsel tidak bertindak di luar ketentuan Juklak 02 tentang Musda. Zulkarnain memastikan akan menempuh jalur hukum jika aturan Musda itu dilanggar.
"Kalau tindakan SC bertentangan dengan aturan menurut kita, maka kita ketemu di pengadilan, nanti pengadilan yang sahkan benar tidaknya," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris SC Musda Golkar Sulsel, Nasaruddin Upel, mengatakan pihaknya akan melakukan verifikasi jika ada dukungan ganda. Namun, Nasaruddin tidak merinci mekanisme verifikasi berkas dukungan tersebut.
"Saya hanya menegaskan bahwa dukungan itu akan diverifikasi jika ganda. Nanti kalau ada masalah baru kita verifikasi. Semua berkas calon tentu akan diverifikasi, perlengkapannya, dan lain sebagainya. Kalau ada hal yang dianggap tidak sesuai aturan mekanisme partai, tentu kita akan lakukan cocokkan yang mana yang benar," tuturnya.
Sebanyak 20 DPD II sebelumnya telah memberikan rekomendasi dukungan ke Appi. Namun belakangan, 18 DPD II di antaranya juga menerbitkan rekomendasi dukungan ke Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang mendapat diskresi dari Ketua Umum Bahlil untuk maju di Musda Golkar Sulsel.
Dukungan yang berpotensi ganda berasal dari DPD II Golkar Selayar, Bulukumba, Bantaeng, Jeneponto, Gowa, Maros, Pangkep, Sinjai, dan Wajo. Kemudian, DPD II Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, Soppeng, Toraja, Toraja Utara, Enrekang, dan Sidrap.
Intinya, pertarungan di Musda Golkar Sulsel memanas karena dua kubu sama-sama mengklaim dukungan dari DPD II yang sama. Kubu Appi mengancam akan membawa masalah ini ke pengadilan jika dukungannya dianggap tidak sah. Sementara SC Musda akan memverifikasi jika ada dukungan ganda. Situasi ini menunjukkan potensi konflik internal partai yang berlarut-larut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Petani Tewas Dililit Ular Piton 6 Meter di Muna Barat
Transisi Energi Butuh Keadilan, Bukan Sekadar Teknologi
Petani Perempuan Tewas Diterkam Ular Piton 6 Meter
Pipa Bocor di IGD RS Elim, Bupati Turun Tangan
Polisi Temukan Istri Pelaku Curanmor Dua Hari Tak Makan
Gempa Buol 5,4 SR Tewaskan Pasien, Warga Mengungsi
Berita Terbaru
Appi Siap Tempuh Jalur Hukum Jika Dukungan Ditolak
BMKG Catat Gempa 2,5 Magnitudo di Perairan Cilacap
BLT Rp 900 Ribu Juli 2026: Fakta atau Hoaks?
283.000 Porsi Stroberi Ludes di Wimbledon
Klarifikasi Pemilik Warung soal Viral Pengusiran di Blue Lagoon
Haaland Bawa Rakun Wiski Rp13 Juta dari AS
Spanyol Peringatkan Anak Asuhnya Jelang Hadapi Prancis
Ana/Trias Targetkan Tren Positif di Japan Open
SDN Semarang Hanya Tiga Murid Baru, Mendikdasmen Bicara