Kuskus Beruang Sulawesi Datang ke Barru, Terbiasa Mangga

Bambang W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Kuskus Beruang Sulawesi Datang ke Barru, Terbiasa Mangga

Gambar atau konten salah?

Seekor kuskus beruang Sulawesi dengan nama latin ailurops ursinus muncul di permukiman warga di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada 19 April 2026. Satwa langka ini turun dari gunung, diduga tergiur oleh buah mangga yang tumbuh di rumah warga.

Kuskus itu terlihat di Dusun Labuangnge, Desa Kupa, Kecamatan Mallusetasi, Barru. Warga setempat sudah terbiasa melihat satwa endemik ini setiap kali mangga berbuah. “Itu kuskusnya hampir setiap tahun turun kalau lagi lapar. Selalu turun di itu, di pohon mangga samping rumah,” kata warga, Hasrul, pada 21 April 2026.

Hasrul menjelaskan bahwa pohon mangga di samping rumahnya berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. “Kalau misalkan itu mangga berbuah, selalu turun. Baru itu mangga kan tidak pernah berhenti berbuah, tidak ada musimnya. Kalau sudah makan mangga, malamnya naik lagi ke gunung,” tuturnya.

Walaupun kuskus masuk ke area rumah, warga memilih tidak mengganggu hewan tersebut. Hasrul pernah melihat kuskus membawa dua ekor anaknya sekitar dua tahun lalu. “Tapi tidak ada yang ganggu. Mungkin karena merasa tidak terancam, jadi nyaman mi,” imbuhnya.

Keberadaan satwa ini menarik perhatian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulsel. Penyuluh Kehutanan, Muhammad Taufan, langsung meninjau lokasi pada 20 April 2026. “Kami melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memastikan apakah satwa ini mengganggu kehidupan masyarakat atau tidak. Kuskus beruang Sulawesi adalah satwa liar yang dilindungi undang-undang, sehingga perlu langkah bijak untuk menyikapinya,” ujar Taufan.

Dalam peninjauan tersebut, tim BKSDA menemukan satu ekor kuskus di pohon mangga milik warga. Taufan menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi karena pemukiman warga berbatasan langsung dengan kawasan hutan. “Pemukiman warga berbatasan dengan kawasan hutan. Jadi pada musim pucuk muda atau musim buah, kuskus sering mencari makan hingga menyeberang ke pemukiman warga yang memiliki pohon berbuah,” jelasnya.

Hingga kini, BKSDA belum menemukan indikasi kerusakan habitat di kawasan hutan yang membuat kuskus turun ke permukiman. Pihaknya menilai pola kemunculan kuskus sudah berlangsung lama dan hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu. “Belum ada indikasi bahwa habitat kuskus tersebut terganggu. Menurut warga, kuskus ini memang telah lama muncul pada musim-musim buah saja. Selain pada musim tersebut, kuskus kembali masuk ke kawasan hutan,” pungkas Taufan.

Keberadaan kuskus di permukiman Barru menegaskan hubungan erat antara manusia dan satwa liar di wilayah hutan. Kuskus beruang Sulawesi, sebagai satwa endemik, tetap menjadi bagian penting dari ekosistem lokal. Kegiatan pengamatan dan penanganan yang bijaksana oleh BKSDA membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan perlindungan satwa.

kuskus beruang Sulawesisatwa langkapohon manggaBarru Sulawesi SelatanBKSDAhabitat hutaninteraksi manusia-satwa liar

Komentar

Memuat komentar...