Enam Kecamatan di Makassar Dilanda Kekeringan Parah

Bambang W. · 3 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Enam Kecamatan di Makassar Dilanda Kekeringan Parah

Gambar atau konten salah?

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah menerima laporan soal bencana kekeringan yang melanda beberapa kabupaten dan kota, termasuk Makassar. Dari semua wilayah, Makassar disebut sebagai daerah yang paling rentan terkena kekeringan. Alasannya, sumber air baku di kota ini hanya bergantung pada air permukaan.

Kepala BPBD Sulsel, Amson Padolo, mengatakan pihaknya akan turun langsung membantu penanganan kekeringan di setiap daerah. Fokus utamanya adalah memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga yang terdampak di Makassar. "BPBD Sulsel supporting semua BPBD yang melakukan tindakan tanggap darurat mengatasi kekeringan," ujar Amson pada Selasa, 04 Juli 2026.

Menurut Amson, Makassar paling parah terdampak kekeringan karena mayoritas warganya bergantung pada air PDAM. Masalahnya, sumber air baku PDAM hanya mengandalkan air permukaan. Saat musim kemarau tiba, jumlah air permukaan otomatis berkurang drastis. "Ini yang paling rawan Kota Makassar karena memang PDAM itu sumber air bakunya hanya air permukaan," katanya.

Amson juga mengungkapkan bahwa beberapa kabupaten dan kota lain di Sulsel juga mengalami kekeringan. Tapi bedanya, kebutuhan air bersih di daerah-daerah itu masih bisa terpenuhi. Kondisinya tidak separah Makassar. "Kalau daerah lain itu belum ada yang melapor status tanggap darurat. Kalau Makassar itu memang, kalau daerah lain kan masih banyak sumber air, jadi tingkat kebutuhan air bersih masih terpenuhi," jelasnya.

Lebih lanjut, Amson menilai langkah yang diambil Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin, untuk mengatasi kekeringan sudah tepat. Dia menegaskan bahwa penanganan bencana kekeringan sebenarnya sudah pernah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya. "Jadi apa yang disampaikan pak wali itu sangat bagus pengadaan sumur bor dan lain-lain. Itu kan sudah pernah kita lakukan beberapa tahun lalu, yang kita kelola dengan kodam Sulsel," katanya.

Enam Kecamatan di Makassar Dilanda Kekeringan

Berdasarkan laporan hasil kaji cepat BPBD Makassar hingga Kamis, 09 Juli 2026 pukul 17.00 Wita, ada enam kecamatan yang terdampak kekeringan. Kecamatan-kecamatan itu adalah:

  • Ujung Tanah
  • Tallo
  • Biringkanaya
  • Tamalanrea
  • Panakkukang
  • Manggala

Dari laporan yang sama, kekeringan berdampak pada 12.717 rumah tinggal. Total warga yang terkena dampak mencapai 50.342 orang, yang berasal dari 14.564 kepala keluarga (KK). Puluhan ribu warga ini dilaporkan sudah mulai mengalami krisis air bersih. "Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50% masyarakat telah terdampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih," imbuh Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memastikan distribusi air bersih akan dilakukan setiap hari ke enam kecamatan yang terdampak. Appi juga mendorong pengadaan tandon air di wilayah-wilayah tersebut. "Pasti akan ada untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih melalui mobil-mobil air, mobil mobil tangki air yang akan terdistribusi secara terjadwal," ujar Appi kepada wartawan setelah Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Karebosi Makassar, Selasa, 14 Juli 2026.

Appi meminta semua pihak terkait untuk memperhatikan dengan baik wilayah yang terdampak. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah menghitung dengan tepat bantuan air bersih yang dibutuhkan masyarakat. "Kedua, pengadaan tandon-tandon banyak untuk didistribusi ke wilayah kecamatan, yang ketiga memastikan pembangunan sumur-sumur bor dalam untuk mengantisipasi keadaan air yang kering," jelasnya.

Bencana kekeringan di Makassar ini menunjukkan betapa rentannya kota besar yang hanya mengandalkan satu sumber air baku. Ketergantungan penuh pada air permukaan membuat pasokan air sangat bergantung pada musim. Saat kemarau panjang, risiko krisis air bersih pun menjadi sangat tinggi. Upaya pemerintah kota untuk mendistribusikan air bersih dan membangun sumur bor adalah langkah darurat yang perlu didukung, namun solusi jangka panjang untuk diversifikasi sumber air juga harus segera dipikirkan.

kekeringan Makassarair bersihBPBD Sulselsumber air permukaankrisis airdistribusi airsumur bor

Komentar

Memuat komentar...