Lansia Tutup Jalan Selat Hormuz Sidokare, Warga Kesulitan
Gambar atau konten salah?
Di Perumahan Sidokare Asri, Sidoarjo, seorang lansia menutup akses jalan alternatif yang menjadi sorotan setelah video viral di media sosial. Warga menyebut lokasi itu Selat Hormuz Sidokare karena jalur sempitnya menyerupai selat yang terhambat.
Penutupan tersebut membuat warga kesulitan. Beberapa pengendara harus memutar arah, bahkan nekat melintas di tengah jalan dengan risiko kendaraan lecet.
Menurut Guntomo, warga setempat, tindakan Pak MH memiliki tujuan baik. Ia mengatakan, “Sebetulnya tujuannya benar, hanya untuk menghambat kendaraan supaya tidak terlalu kencang. Di sini tidak ada polisi tidur, sementara anak-anak sering bermain,” kata Guntomo di rumahnya, Senin, 6 April 2026.
Guntomo menambahkan bahwa ia sering melihat situasi berbahaya di tikungan jalan. “Saya sendiri sering melihat, cucu saya juga hampir terserempet. Apalagi anak-anak SMP sering berkegiatan di sini,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa Pak MH memasang pelat penghalang secara mandiri. Biasanya pelat itu diletakkan di pinggir jalan agar kendaraan tetap bisa melintas, namun tetap mengurangi kecepatan. “Kalau ditaruh di pinggir, mobil masih bisa lewat. Jadi bukan untuk menutup jalan, tapi menghambat supaya tidak terlalu cepat,” ujarnya.
Namun, Guntomo menduga pelat kadang berada di tengah jalan bukan sepenuhnya kesengajaan. Ia menilai pelat itu sering dipindahkan oleh anak-anak yang bermain di sekitar lokasi. “Kadang ditarik anak-anak ke tengah untuk mainan. Kalau Pak MH biasanya naruh di pinggir,” tambahnya.
Ia juga menyarankan agar pelat diberi tulisan imbauan agar pengendara lebih memahami maksud pemasangan. “Kalau bisa ditulisi saja ‘pelan-pelan, banyak anak kecil’, dan ditaruh di pinggir. Jadi orang lewat bisa mengerti,” tuturnya.
Guntomo mengaku ada ketegangan antara Pak MH dan sekretaris RT setempat. Ia mengatakan sempat melihat rekaman CCTV adanya upaya memindahkan pelat untuk memberi akses kendaraan. “Kalau malam itu memang sempat ada kejadian antara sekretaris RT dengan Pak MH. Tapi soal yang viral di media sosial, saya tidak tahu siapa yang mengunggah,” katanya.
Ia baru mengetahui keramaian tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga, karena kejadian berlangsung pada malam hari saat dirinya tidak berada di rumah. Ia berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di lingkungan warga. “Intinya tujuannya sebenarnya bagus, hanya cara penyampaiannya yang perlu diperbaiki,” pungkasnya.
Peristiwa ini menyoroti bagaimana langkah sederhana untuk keselamatan anak dapat menimbulkan kontroversi di kalangan warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Persebaya Surabaya Resmi Berpisah dengan Mihailo Perovic
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Timnas U‑19 Siap Hadapi Timor Leste, Kaka Fokus Evaluasi
Tim Tabur Tangkap Liauw Inggarwati dan Bastian Widjaja
Berita Terbaru
Jembatan Batang A: Lalu Lintas Satu Lajur, Rute Alternatif
Gubernur Jateng Atur Ulang Anggaran 2026 untuk Perbaikan Jalan
Slamet Santoso Resmi Bergabung Sokol Pyrzyce, Klub Polandia
Delapan Kabupaten Jatim Siaga Darurat Kekeringan Surabaya
Ronaldo Usia 41 Tahun Siap Menjuarai Piala Dunia 2026
Makanan Sederhana Dulu, Kini Warisan Kuliner Nasional
Bayi Orangutan Sumatera Lahir di Cagar Alam Jantho 2026
PHK Januari-April 2026: Jawa Barat Terbanyak, 5.044 Orang
