Listrik Padam, Tujuh Lampu Lalu Lintas Mati di Surabaya

Dewi M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Listrik Padam, Tujuh Lampu Lalu Lintas Mati di Surabaya

Gambar atau konten salah?

Selama tiga hari berturut-turut, Kota Surabaya masih mengalami pemadaman listrik bergilir. Kondisi ini berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas di sejumlah persimpangan jalan. Hingga siang ini, tercatat ada tujuh lampu lalu lintas yang mati, membuat kendaraan sulit bergerak dan lalu lintas menjadi kacau.

Pantauan di lapangan menunjukkan, lampu lalu lintas di persimpangan Dharmawangsa-Moestopo sudah tidak berfungsi. Sementara itu, lampu di kawasan Panjang Jiwo juga ikut padam sekitar pukul 12.30 WIB. Para pengguna jalan yang tidak sabar menunggu giliran justru memperparah kemacetan dengan saling mendahului tanpa aturan.

Seorang warga Sidoarjo bernama Fariz Yarbo (31) mengaku terjebak kemacetan di lampu lalu lintas Panjang Jiwo. Menurutnya, kemacetan mencapai lebih dari 15 meter dan berlangsung cukup lama. Ia melihat petugas Dinas Perhubungan yang tidak berseragam tengah kewalahan mengatur arus kendaraan, dibantu oleh warga sekitar.

"Saya kejebak macet 15 menitan waktu di Surabaya pas lewat simpang Panjang Jiwo, jarak macetnya 15 meter lebih. Keliatan petugas kewalahan, sampai dibantu warga. Terus macetnya itu berdampak sampai lampu lalu lintas Nginden," kata Fariz pada Sabtu, 20 Juni 2026.

Abi Dwi Septianto dari Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dishub Surabaya mengonfirmasi, ada enam titik lampu lalu lintas yang padam. Rinciannya adalah lampu lalu lintas di Dharmawangsa-Moestopo, Nginden-Panjang Jiwo, Panjang Jiwo-Kedung Baruk, Sonokembang-Kayoon, Darmo Indah-Imigrasi Dalam, serta Tandes-Darmo Indah Imigrasi.

Sementara itu, Dana Puspita Sari, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, menjelaskan bahwa sistem kelistrikan Jawa saat ini sebenarnya masih beroperasi dan terkendali dengan baik. Namun, demi menjaga keandalan pasokan listrik ke pelanggan, PLN terpaksa melakukan manajemen beban secara terbatas dan terukur di sejumlah wilayah.

Langkah ini diambil karena ada kendala teknis operasional pada pembangkit. Dua unit pembangkit besar mengalami gangguan sehingga tidak bisa beroperasi sementara. Akibatnya, kemampuan sistem pasokan listrik menurun dan PLN harus mengatur ulang distribusi energi.

PLN saat ini berusaha mempercepat pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain yang masih berfungsi. Selain itu, pengaturan operasi sistem dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik, serta meminimalkan dampak buruk bagi pelanggan.

"PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Manajemen beban ini bersifat sementara dan akan segera dihentikan secara bertahap seiring dengan membaiknya kondisi pasokan sistem," pungkas Dana.

Kondisi ini menunjukkan betapa eratnya hubungan antara pasokan listrik dan kelancaran lalu lintas di kota besar. Ketika listrik padam, lampu lalu lintas ikut mati, dan kemacetan pun tak terhindarkan. Petugas di lapangan pun harus bekerja ekstra keras, bahkan dibantu warga, untuk mengurai kendaraan yang menumpuk.

pemadaman listriklampu lalu lintas matikemacetanSurabayaPLNmanajemen bebangangguan pembangkit

Komentar

Memuat komentar...