Driver Ojol Minta Tolong Saat Motor Diangkut Petugas, Dishub Minta Maaf
Gambar atau konten salah?
Sebuah video memperlihatkan seorang pengemudi ojek online (ojol) yang berteriak meminta pertolongan ketika sepeda motornya diangkut oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta Timur. Kejadian ini tersebar luas di media sosial dan menuai banyak perhatian.
Dalam rekaman yang beredar, pengemudi tersebut mengaku sedang dalam perjalanan mengambil pesanan makanan untuk pelanggan. Ia memohon dengan sangat agar kendaraannya tidak dibawa, dengan alasan itu adalah satu-satunya alat untuk mencari nafkah.
"Saya nggak punya uang, belum penglaris sama sekali dari pagi jam 6 saya keluar, baru ini Pak. Tolong... tolong..." terdengar suara driver ojol dalam video yang viral.
Menanggapi situasi ini, Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur memberikan penjelasan resmi. Operasi penertiban tersebut berlangsung di Jalan Jatinegara Timur, tepat di depan kawasan J-Town, pada Rabu, 17 Juni 2025.
Dalam operasi itu, petugas menindak lima sepeda motor yang diparkir secara sembarangan atau liar. Salah satunya adalah milik pengemudi ojol yang terekam dalam video. Pemilik kendaraan yang terkena razia kemudian diarahkan untuk mengambil motornya di Kantor Sudinhub Jakarta Timur.
Kepala Sudinhub Jakarta Timur, Harlem Simanjuntak, menyatakan bahwa tindakan ini diambil demi menjaga fungsi trotoar. Trotoar, menurutnya, adalah fasilitas yang diperuntukkan khusus bagi pejalan kaki. Selain itu, penertiban juga bertujuan menciptakan ketertiban dan keselamatan di jalan raya.
"Hal ini karena penertiban ini bertujuan menjaga fungsi trotoar bagi pejalan kaki serta menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas. Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan oleh petugas dalam pelaksanaan penertiban tersebut," ujar Harlem dalam keterangan persnya.
Permohonan maaf ini disampaikan langsung oleh kepala Sudinhub. Namun, kejadian ini kembali menyoroti dilema antara penegakan aturan lalu lintas dan mata pencaharian para pengemudi ojek online yang kerap kali harus berhenti di tempat yang tidak seharusnya demi menyelesaikan pesanan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
PT BTID Bermitra dengan Pemuda Enam Banjar di Festival Penjor
Dana Rp 37,7 M Siap Perbaiki Dua Jalan Rusak di Denpasar Barat
KPK Awasi PPDB Klungkung, Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Ramalan bintang cinta Sabtu 20 Juni 2026
BBMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Bali, Tabanan dan Gianyar Cerah
Hari Ini Saniscara Pon Dunggulan: Panduan Lengkap Ala Ayuning Dewasa
Berita Terbaru
Driver Ojol Minta Tolong Saat Motor Diangkut Petugas, Dishub Minta Maaf
PVMBGBantah Klaim Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Begini Faktanya
Ruben Dias Anggap Kritis ke Ronaldo Hanya Kebisingan
Maskapai Teluk Pulih, Penerbangan Kembali ke 82%
60 UMKM Betawi-Pecinan siap jajaki malam di Glodok
Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Harga Baru Cuma Setengah dari Harga Pasar
Delegasi UNDP dan Swiss Tinjau Program Hijau Siak
Abu Bakar Ba'asyir Hadir di Milad Seabad Gontor