Lubang Hitam Diprediksi Bertabrakan 100 Tahun Kedepan

Dani L. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Lubang Hitam Diprediksi Bertabrakan 100 Tahun Kedepan

Gambar atau konten salah?

Ilmuwan memprediksi dua lubang hitam raksasa akan bertabrakan 100 tahun dari sekarang. Jika benar, Bumi kemungkinan akan merasakan dampaknya.

Para astronom menemukan sepasang lubang hitam besar yang berputar spiral, berjarak 500 juta tahun cahaya dari galaksi tempat Bumi berada. Meski sangat jauh, gesekan keduanya diperkirakan akan menghasilkan gelombang gravitasi yang menyebar ke seluruh alam semesta.

“Kami memperkirakan satu lubang hitam (yang bergabung) akan tetap ada. Saya sangat ingin mengamati bagaimana ‘tarian’ ini akan berlanjut,” kata salah satu penulis studi dan astronom di Institut Max-Planck untuk Astronomi Radio, Silke Britzen, kepada BBC Science Focus, dilansir Live Science, Sabtu 18 April 2026.

Temuan tersebut dipublikasikan pada 27 March 2026 di jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Penelitian ini berangkat dari pengamatan selama beberapa dekade, ketika para astronom mempelajari sebuah objek ultra terang yang sebelumnya dianggap blazar.

Blazar menembakkan pancaran radiasi berenergi tinggi ke arah Bumi. Biasanya, lubang hitam adalah sumber pancaran ini, tetapi dalam kasus blazar di galaksi Markarian 501 berbeda. Selama bertahun‑tahun, para astronom mengamatinya dengan data teleskop radio, namun kesulitan menentukan apakah inti galaksi benar-benar mengandung lubang hitam supermasif.

Untuk menjawab pertanyaan itu, para peneliti menganalisis lebih dari 83 kumpulan data dari Very Long Baseline Array, jaringan internasional yang terdiri dari 10 teleskop radio. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa alih‑alih satu pancaran besar, terdapat juga pancaran kedua yang melingkar berlawanan arah jarum jam di sekitar pusat blazar.

Tim tersebut meyakini bahwa masing-masing pancaran ini ditenagai oleh lubang hitam supermasif, yang masing-masing memiliki massa antara 100 juta hingga satu miliar kali massa matahari. “Menyadari bahwa ada pancaran jet kedua sungguh luar biasa. Bagi saya, rasanya seperti: begitulah cara kerjanya? Saya sangat kagum dan terharu - dan ingin memberi tahu semua orang tentang apa yang baru saja kami temukan,” kata Britzen.

Para peneliti berpendapat ketika lubang hitam raksasa yang ditakdirkan untuk hancur itu bertubrukan, keduanya akan melepaskan gelombang gravitasi. Gelombang yang dihasilkan akan lebih besar dari penggabungan lubang hitam sebelumnya. Jika demikian, detektor gelombang gravitasi di Bumi akan menangkap sinyal tersebut, menawarkan petunjuk baru tentang sifat‑sifat pasangan lubang hitam aslinya.

Dengan prediksi ini, para ilmuwan menyoroti pentingnya memantau objek-objek ekstrem di alam semesta. Penemuan dua jet yang berlawanan arah menambah bukti bahwa dua lubang hitam supermasif bisa hidup berdampingan sebelum akhirnya bergabung, menciptakan gelombang gravitasi yang dapat dideteksi di Bumi, memberi wawasan lebih dalam tentang dinamika alam semesta.

Lubang HitamGelombang GravitasiBlazarMax Planck InstituteVery Long Baseline ArrayJet BlazarMarkarian 501

Komentar

Memuat komentar...