Indonesia Tertinggal dari 5 Negara Tetangga Usai Kenaikan Status Ekonomi

Sinta R. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Indonesia Tertinggal dari 5 Negara Tetangga Usai Kenaikan Status Ekonomi

Gambar atau konten salah?

Bank Dunia baru saja mengumumkan perubahan status ekonomi untuk dua negara di Asia Tenggara. Filipina dan Vietnam resmi naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke atas. Keputusan ini membuat Indonesia kini tertinggal dari lima negara tetangga di kawasan tersebut.

Berdasarkan data yang dirilis lembaga keuangan internasional itu, pendapatan nasional bruto per kapita Vietnam mencapai US$ 4.970 atau sekitar Rp 89,28 juta pada tahun 2025. Sementara Filipina mencatat angka US$ 4.850 atau setara Rp 87,12 juta. Kedua angka ini melampaui ambang batas yang ditetapkan Bank Dunia untuk kategori negara berpendapatan menengah atas, yaitu US$ 4.636 atau sekitar Rp 82,28 juta.

Dengan kenaikan status ini, kini ada lima negara di Asia Tenggara yang ekonominya berada di level lebih tinggi dari Indonesia. Mereka adalah Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Bank Dunia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi kedua negara itu didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, pemerintah masing-masing negara menjalankan serangkaian reformasi yang ramah bagi dunia usaha. Kedua, mereka gencar melakukan investasi besar-besaran di sektor infrastruktur. Ketiga, pendapatan dari ekspor terus digenjot.

Menariknya, Vietnam dan Filipina menerapkan strategi yang serupa dalam hal ekspansi pasar. Keduanya tidak hanya mengandalkan satu sektor tertentu, melainkan mendorong pertumbuhan di semua industri utama secara bersamaan.

"Model pertumbuhan berbasis ekspor Vietnam dan ekspansi berbasis luas Filipina mencerminkan peningkatan di semua industri utama, bukan hanya peningkatan di satu sektor, tetapi pergeseran ekonomi secara keseluruhan," demikian pernyataan resmi Bank Dunia.

Lantas bagaimana dengan Indonesia? Apakah negara ini memiliki modal yang cukup untuk menyusul Vietnam dan Filipina? Ekonom dari INDEF, Esther Sri Astuti, akan membahas hal ini lebih dalam.

Masih dalam program yang sama, ada topik lain yang tak kalah menarik. Polemik usulan perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda kembali mencuat. Wacana ini sebenarnya bukan hal baru, namun kembali menguat setelah dibahas dalam Rapat Kerja Komisi I DPRD Jawa Barat bersama tim pengusul pada 02 Juli 2025.

Dari sisi pendukung, usulan ini bertujuan mengembalikan eksistensi Sunda yang selama ini dianggap hilang secara administratif. Nama Sunda dinilai lebih mewakili aspek budaya dan sosiologis masyarakat setempat. Sementara pihak yang kontra memiliki argumen tersendiri. Mengapa wacana ini kembali muncul setelah belasan tahun tidak pernah dibahas? Tim dari detikJabar akan mengupas tuntas persoalan ini.

Berita lain datang dari dunia musik. Faiz Novascotia memulai babak baru dalam kariernya. Setelah dikenal sebagai vokalis dan penulis lagu utama Reality Club, ia resmi memperkenalkan proyek solo lewat single perdana berjudul "Still Show Up in My Dreams". Lagu ini lahir dari pengalaman patah hati yang sangat personal.

Berbeda dengan karya-karyanya bersama band, kali ini Faiz menulis tanpa memikirkan identitas Reality Club. Ia ingin emosi yang dituangkan terasa lebih jujur dan autentik. Meski begitu, aroma Reality Club tetap terasa karena sejumlah personel dan kolaborator lama ikut terlibat dalam proses produksi.

Lagu yang mengusung nuansa upbeat dengan lirik melankolis ini tercipta secara spontan hanya dalam hitungan jam. Semua berawal dari pengalaman sederhana ketika mimpi justru menghidupkan kembali kenangan yang selama ini dianggap telah selesai. Dari situ lahirlah sebuah karya yang berbicara tentang bagaimana proses move on ternyata tidak selalu berjalan lurus.

Apa yang mendorong Faiz memilih jalur solois? Kisah lengkapnya akan diulas dalam program tersebut.

Program ini tayang secara langsung setiap Senin hingga Jumat, pukul 15.30 hingga 18.00 WIB. Pemirsa dapat menyaksikannya melalui platform 20.detik.com dan TikTok detikcom. Komentar bisa disampaikan melalui kolom live chat yang tersedia.

Secara keseluruhan, berita-berita ini menunjukkan bahwa perubahan status ekonomi Vietnam dan Filipina menjadi pengingat bagi Indonesia untuk terus mendorong reformasi dan investasi. Sementara itu, wacana perubahan nama provinsi dan karier solo seorang musisi menjadi cerminan bahwa dinamika sosial dan budaya juga terus bergerak di tengah hiruk-pikuk ekonomi.

Bank DuniaFilipinaVietnamIndonesiapendapatan menengah ke atasreformasi ekonomiekspor

Komentar

Memuat komentar...