Plaza Gedung Sate Dipasangi Rumput, Progres Tepat Jadwal
Gambar atau konten salah?
Progres pembangunan Plaza Gedung Sate di Bandung terus berjalan. Dari pantauan di lokasi pada Senin, 06 Juli 2026, area depan gedung bersejarah itu kini tampak berbeda. Hamparan paving block yang dulu menjadi penutup lahan sudah dibongkar seluruhnya. Kini, tempat itu berubah menjadi hamparan rumput hijau yang segar.
Lokasi proyek dipagari seng putih yang membentang. Pagar itu memisahkan area pembangunan dari Lapangan Gasibu. Di balik pagar, para pekerja masih sibuk mengerjakan struktur dasar bangunan. Batu prasasti yang sempat dipindahkan saat awal pengerjaan kini sudah dikembalikan ke tempat asalnya. Empat pohon palem yang menjadi ciri khas kawasan Gedung Sate juga tetap dipertahankan. Tidak ada yang ditebang.
Proyek ini sempat menjadi perbincangan karena nilai anggarannya yang mencapai Rp15,82 miliar. Namun, setelah proses lelang, nilai kontrak pekerjaan turun menjadi sekitar Rp12 miliar. Angka itu sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Barat untuk tahun anggaran 2026. Seluruh proyek ini berada di bawah tanggung jawab Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Jawa Barat.
Penataan kawasan ini dijadwalkan berlangsung sejak 08 April hingga 06 Agustus 2026. Luas area yang dikerjakan mencapai 14.642 meter persegi. Koridor yang ditata memiliki panjang antara 97 hingga 144,24 meter. Tujuan utama proyek ini adalah mengembalikan poros Gedung Sate-Jalan Diponegoro-Gasibu sebagai sumbu utama yang mewakili identitas pemerintahan daerah. Selain itu, kawasan ini diharapkan bisa menjadi ruang publik yang nyaman, inklusif, dan ramah bagi pejalan kaki.
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, memastikan proyek ini terus diawasi secara ketat. Ia ingin semua pekerjaan selesai sesuai perencanaan. Menurut Herman, seluruh tahapan harus memenuhi standar teknis, jadwal pelaksanaan, dan spesifikasi yang sudah ditetapkan sejak awal.
"Pembangunan itu kan ada standarnya, sampai kapan ada limitasi waktunya, ada standar harganya, dan tentu harus mengikuti perencanaan yang sudah kita siapkan," kata Herman saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, pengawasan proyek dilakukan secara berlapis. Ada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kepala bagian, kepala biro, hingga konsultan pengawas yang ditunjuk. Semuanya terlibat.
"Di dalamnya juga kita lakukan pengawasan yang ketat. Ada pengawasan yang melekat dari PPK, dari Kabag, dari Kepala Biro, ada juga pengawasan yang dilakukan oleh konsultan pengawas," ujarnya.
Herman berharap semua pihak yang terlibat menjalankan tugasnya secara profesional. Dengan begitu, hasil pembangunan sesuai dengan perencanaan dan bisa dipertanggungjawabkan.
"Jadi semua saya harapkan bekerja dengan baik sehingga apa yang dikerjakan sesuai dengan apa yang direncanakan. Dan apa yang sudah dikerjakan bisa dipertanggungjawabkan, harus akuntabel. Tentu memenuhi spek (spesifikasi) yang sudah ditentukan sebelumnya. Apalagi ini kan perhatian semua pihak ya," jelas dia.
Ia menegaskan, prinsip akuntabilitas menjadi hal utama dalam setiap proyek pembangunan yang dibiayai Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
"Tapi pada prinsipnya semua pekerjaan di Provinsi Jawa Barat ya harus akuntabel. Apa yang direncanakan dilaksanakan, apa yang dilaksanakan dipertanggungjawabkan," tegas Herman.
Berdasarkan perencanaan, pembangunan plaza Gedung Sate ditargetkan rampung sebelum 16 Agustus 2026. Herman mengaku optimistis target itu bisa tercapai. Meski begitu, pelaksanaan di lapangan akan terus dipantau secara intensif.
"Ya tentu kita harapkan sesuai dengan jadwal. Kita lihat saja nanti, makanya kita 'tongkrongin' agar semua sesuai jadwal," ucapnya.
Ia menegaskan, jika pelaksana proyek tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang ditetapkan, maka akan ada konsekuensi. Sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalaupun ada satu dan lain hal, tentu kita kembalikan ke mekanisme ketentuan peraturan perundang-undangan. Kan ada sanksi apabila pelaksana tidak bisa menyelesaikan sesuai dengan waktu yang ditentukan," tutup Herman.
Proyek ini menjadi salah satu perhatian publik karena lokasinya yang strategis di pusat Kota Bandung. Kawasan Gedung Sate dan Lapangan Gasibu memang sering digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat. Dengan adanya plaza baru, area tersebut diharapkan bisa lebih tertata dan nyaman bagi warga yang datang berkunjung.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Praperadilan Erwin Ditolak, Wakil Wali Kota Bandung Bersyukur
Monyet Gerombolan Rampas Jagung, Petani Ciamis Angkat Senapan
Koperasi di Tengah Karst: Bukan di Atas Gunung
DPRD Dorong Jawa Barat Ganti Nama Jadi Sunda
720 Mahasiswa UMMI Dilepas, Bawa Inovasi ke Desa
Hakim Tolak Praperadilan, SP3 Erwin Sah
Berita Terbaru
Plaza Gedung Sate Dipasangi Rumput, Progres Tepat Jadwal
Inggris ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Siloam Raih Pengakuan Magnet with Distinction dari ANCC
Percepatan Izin KEK Dinilai Kunci Jaga Daya Saing
Kelebihan Pasokan, RI Genjot Ekspor Ayam ke Arab Saudi-China
Tokopedia Bantah PHK, Sebut Penataan Tenaga Kerja