Lubuklinggau Siapkan Pemeriksaan Kesehatan Hewan Kurban 2026
Gambar atau konten salah?
Menjelang Idul Adha 2026, hewan kurban di Lubuklinggau akan diperiksa kesehatannya. Langkah ini bertujuan memastikan semua hewan sehat dan mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Menurut Fikri, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Lubuklinggau, pemeriksaan akan berlangsung 18 hingga 20 Mei 2026. Pada periode itu, 11 petugas akan turun dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan). Mereka terdiri dari dokter hewan, paramedik, dan petugas penyuluh lapangan (PPL) yang akan mendampingi proses.
“Dalam pengecekan nanti akan diturunkan petugas dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) sebanyak 11 orang. Terdiri dari Dokter hewan, petugas paramedik dan petugas penyuluh lapangan (PPL) yang juga ikut serta mendampingi,” kata Fikri pada 15 Mei 2026.
Fikri menambahkan bahwa pemeriksaan rutin sudah berjalan beberapa hari sebelum tanggal resmi. Petugas dokter hewan di setiap Puskeswan sudah memeriksa kandang-kandang peternak di Lubuklinggau Utara, Selatan, dan Barat. Saat ini, pemeriksaan juga dilanjutkan ke wilayah Lubuklinggau Timur.
Hasil pemeriksaan rutin menunjukkan tidak ada penyakit parah pada hewan kurban. Hanya ditemukan penyakit ringan. “Untuk sementara ya paling penyakit biasa, tidak ada yang parah seperti PMK. Paling ditemukan penyakit cacing dan kita minta peternak agar tidak menjualnya dikarenakan kondisinya kurus. Adapun penyakit biasa lainnya yang ditemukan seperti sakit mata dan pilek pada ternak,” jelas Fikri.
Karena itu, pihaknya meminta para peternak agar tidak menjual hewan kurban yang sedang sakit atau belum cukup umur. “Tips dan imbauan kepada masyarakat yang ingin membeli hewan kurban yakni agar memilih hewan kurban yang penampakannya bagus, sehat, serta sudah cukup umur,” ungkapnya.
Selama hari penyembelihan, Dinas Pertanian Lubuklinggau juga akan mengirim petugas untuk memeriksa kelayakan daging kurban. Tujuannya memastikan daging yang dipotong sehat dan layak dikonsumsi.
Fikri mengingatkan, “Kalau tahun kemarin tercatat kurban sapi ada 950 ekor dan kambing 1.200 ekor. Nah di hari H juga kita turunkan tim juga untuk pengecekan dan penghitungan. Kita gabungan dengan PPL, satu orang itu memantau 3 kelurahan.”
Dengan langkah ini, pemerintah daerah berharap proses kurban berjalan aman dan hewan yang dikurbankan benar-benar sehat bagi masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Cek Bansos PKH Tahap 3 Mulai 20 Juli, Siapkan NIK
Wapres Cek PSEL Palembang, Sorot Dampak Lalu Lintas Sampah
GoldenEye Kembali Malam Ini, Film Bond Perdana Brosnan
Kapolres Muba Tinjau Titik Longsor, Minta Warga Alih Jalur
Harga Emas Antam Turun Rp2.000 per Gram
Gibran Tinjau Jembatan Musi V, Progres Capai 91,21 Persen
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
