Lumba-lumba terdampar di ombak, warga bantu pindahkan

Fandi R. · 2 min baca · 1 hari lalu · 8 dibaca
Bisik.id
Lumba-lumba terdampar di ombak, warga bantu pindahkan

Gambar atau konten salah?

Lumba-lumba terdampar di pemecah ombak di Dusun Wonorejo, Timbulsloko, Sayung, Demak. Warga di sekitar area sempat mengira hewan itu adalah ikan hiu.

Video evakuasi lumba-lumba tersebut diunggah oleh akun Instagram @infokejadiandemak. Dalam rekaman, seorang pria mengenakan pakaian berwarna biru naik perahu kecil. Ia mengarahkan lumba-lumba yang terdampar di kawasan yang ditanami mangrove. Pria tersebut mendayung perahu dengan dua piring plastik putih, mendorong lumba-lumba menuju ke tengah laut.

Kapolsek Sayung, AKP Suprapto, mengonfirmasi kejadian itu. “Yang melihat itu memang warga situ (Wonorejo) yang rumahnya dekat dengan perairan yang ujung itu. Memang dia melihat. Di situ kan ada ada pemecah ombaknya itu bis-bis kayak gitu, nah, jadi ikan lumba-lumbanya itu memang terdampar di situ,” ujar Suprapto melalui sambungan telepon pada Selasa, 09 Juni 2026.

Menurut Suprapto, hanya ada satu lumba-lumba yang terdampar. Ukurannya relatif kecil, seolah masih anakan. “Satu tok. Kayak isih anakan, wong sak mondo iku kok, sama perahu yang ndorong itu hampir seimbang,” tambahnya.

Kondisi air di lokasi itu sedang mulai surut. Hal itu menyebabkan lumba-lumba sulit bergerak. “Posisi itu kan memang kondisi ini mau surut. Jadi meskipun surut tapi masih ada airnya sedikit-sedikit, belum tampak kayak, kalau surut pol itu biasanya tampak kaya lumpur-lumpurnya, pasirnya. Ketinggian air kurang lebih satu meter,” jelas Suprapto.

Warga sempat mengira lumba-lumba itu merupakan hiu karena sirip atasnya terlihat menyerupai hiu. “Dikirain itu kayak hiu, makane warga kan loh ternyata itu lumba-lumba, nek hiu rak wani to ya. Posisi terdampar itu kan nyangkut-nyangkut di pinggir-pinggir bis kan kelihatan to itu wong masih sore kan masih kelihatan jelas. Nek hiu yo rak wani, nek dibrakot piye?” ujar Suprapto.

Air payau membuat warga khawatir anakan lumba-lumba bisa mati jika terlalu lama terdampar. “Karena sudah di pinggir itu kan kondisi airnya kan agak-agak bercampur dengan payau, akhirnya memang kasihan lomba-lomba itu nek keterusan iso mati ning pinggir,” kata Suprapto.

Pak Zaenal yang melihat langsung mengambil inisiatif. Ia menggunakan perahunya sendiri agar lumba-lumba bisa bergerak ke tengah laut. “Pak Zaenal itu yang melihat langsung makanya dengan inisiatif dia akhirnya menggunakan perahunya sendiri supaya lumba-lumbanya itu bisa geser ke sana (tengah laut),” ungkap Suprapto.

Proses evakuasi memakan waktu sekitar satu jam. “Iya (sudah kembali ke laut), jam 17.00 WIB sudah didorong Pak Zaenal,” konfirmasi Suprapto.

Peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya kewaspadaan warga terhadap makhluk laut yang terdampar. Tindakan cepat dan koordinasi antar warga dapat menyelamatkan makhluk hidup yang terancam. Kejadian ini juga mengingatkan tentang kondisi air yang berubah-ubah di wilayah pesisir, yang dapat mempengaruhi kehidupan satwa laut.

lumba‑lumba terdamparpemecah ombakSayungevakuasiperahu kecilair surutpayauPak Zaenal

Komentar

Memuat komentar...