Mahasiswa UINSA Desak Transparansi, Dorong Plt Rektor
Gambar atau konten salah?
Puluhan mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus mereka yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani. Dalam aksi tersebut, mereka menyampaikan tujuh poin tuntutan. Salah satu yang paling disorot adalah soal Pelaksana Tugas (Plt) Rektor, Prof. Akh. Muzakki.
Suasana demonstrasi sempat memanas. Terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas keamanan yang menjaga pagar kampus. Pihak kampus kemudian mengirimkan perwakilan, yaitu Plt Wakil Rektor 3 UINSA, Prof. Abdul Muhid, untuk menemui para pengunjuk rasa.
Namun, mahasiswa bersikeras ingin bertemu langsung dengan Prof. Muzakki. Menanggapi hal itu, Prof. Muhid menjelaskan bahwa Muzakki sedang berada di Jakarta. Massa kemudian meminta agar dilakukan panggilan video, tetapi permintaan itu tidak dipenuhi.
Prof. Muhid sempat berdialog dengan para mahasiswa, meskipun tidak berlangsung lama. Ia kemudian kembali memasuki gedung rektorat. Ketika ditanya oleh wartawan mengenai aksi tersebut, ia menyebut bahwa menyampaikan aspirasi adalah hak mahasiswa.
"No comment. Ya itu kan aspirasi, ya monggo disampaikan aja kan. Nggih. No comment ya," ujar Muhid sambil berjalan menuju gedung rektorat pada Rabu, 15 Juli 2026.
Mengenai tuntutan mahasiswa yang meminta transparansi dalam proses penunjukan rektor, Muhid menegaskan bahwa hal itu bukan wewenang pihak kampus. Menurutnya, keputusan tersebut ada di tangan Kementerian Agama.
"Kan kewenangan menteri, kita kan pelaksana saja," ucapnya.
Ia menambahkan, "Nggak tahu, monggo tergantung yang nuntut. Ya kan aspirasi mahasiswa. Tapi kami ini hanya melaksanakan tugas. Kan Plt, pelaksana tugas."
Para mahasiswa yang datang sekitar pukul 14.13 WIB mengenakan pakaian serba hitam. Mereka membentangkan spanduk dan poster yang berisi berbagai tuntutan dan keresahan. Aksi ini menjadi bentuk protes terhadap kebijakan dan kepemimpinan di kampus tersebut.
Inti dari aksi ini adalah desakan mahasiswa agar proses pergantian rektor dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi sivitas akademika. Mereka menilai transparansi sangat penting dalam menentukan masa depan kepemimpinan UINSA.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sidoarjo Keruk Sungai di Musim Kemarau
Tiga SD di Blitar Nihil Murid Baru 2026
Bank Sampah di Jember Ubah Plastik Jadi Solar, Bisa Bayar Pajak
Inggris vs Argentina Perebutkan Tiket Final Piala Dunia 2026
Pemancing Hilang Terseret Ombak di Pantai Pulau Merah
Krisis Air Madiun: Warga Cari Air ke Sawah untuk Mandikan Jenazah
Berita Terbaru
Mahasiswa UINSA Desak Transparansi, Dorong Plt Rektor
Mantan Napi Buka Warung Nasi Campur Murah di Singapura
Indonesia Wait and See soal Spektrum 6G
Misbakhhun: Tuduhan Pencucian Uang Obligasi Danantara Tak Berdasar
Indosat Resmi Luncurkan Jaringan 5G di Bali dan Lombok
Empat SD di Karanganyar Nihil Siswa Baru
