Tiga SD di Blitar Nihil Murid Baru 2026
Gambar atau konten salah?
Tiga sekolah dasar negeri di Kabupaten Blitar menghadapi situasi yang tidak biasa. Pada tahun ajaran 2026/2027, mereka sama sekali tidak menerima satu pun murid baru. Salah satu sekolah yang mengalami hal ini adalah SD Kalimanis 4, yang berlokasi di Kecamatan Doko.
Suasana di SD Negeri Kalimanis 4 terasa lengang. Sekolah ini berada di Dusun Tunggorono, Desa Kalimanis. Beberapa guru masih terlihat mengajar siswa di ruang kelas lain. Namun, pemandangan berbeda terlihat di ruang Kelas I. Ruangan itu kosong melompong. Tidak ada satu pun siswa baru yang duduk di bangku kelas satu.
Kepala SD Negeri 4 Kalimanis, Umi Arafah, membenarkan kondisi ini. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan tidak ada pendaftar baru. "Memang untuk saat ini kami belum menerima siswa baru di Kelas I. Penyebabnya karena 3 lembaga TK yang ada di Dusun Tunggorono ini, tidak memiliki kelas B-nya kosong (tidak ada lulusan)," katanya kepada wartawan pada Rabu, 15 Juli 2026.
Umi menjelaskan bahwa pertumbuhan penduduk di wilayah sekitar sekolah memang sedikit. Hal ini secara langsung mempengaruhi jumlah anak usia sekolah. "Tahun lalu kami mendapat 9 siswa baru. Masih kali ini tidak ada siswa baru. Total keseluruhan saat ini pada tahun ajaran 2026/2027 ada 54 siswa," terangnya.
Yang menarik, Umi menegaskan bahwa kondisi ini bukan karena persaingan antar sekolah. Jarak antara SD satu dengan lainnya di daerah itu cukup berjauhan. "Artinya persaingan sekolah sebenarnya kecil, karena jaraknya cukup jauh dan tidak ada sekolah swasta. Jadi kembali lagi karena lulusan TK yang tidak ada, jadi keterbatasan anak usia kelas I yang tidak ada," jelasnya.
Sekolah sebenarnya sudah berusaha keras. Sebelum pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), mereka melakukan sosialisasi ke sejumlah Taman Kanak-Kanak. "Sekolah sudah berupaya dengan sosialisasi atau kunjungan di sejumlah TK di dusun ini sampai ke Dusun Kalirejo. Tujuannya untuk mencari siswa baru tapi memang kali ini kelas B di tingkat TK tidak ada lulusannya," kata Umi.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Agus Santosa, memberikan penjelasan terpisah. Menurutnya, penyebab utama tidak adanya siswa di tiga SD tersebut adalah karena tidak ada anak usia SD di wilayah itu. Jarak antar lembaga sekolah, berdasarkan laporan yang diterima, tidak menjadi faktor penentu.
"Ada usulan regrouping memang, tapi perlu diingat kondisi lokasi sekolah. Di sana tidak ada lembaga pendidikan lain, kalau ditutup bagaimana ke depan. Dan di sana masih ada potensi lulusan TK untuk ke depannya," jelas Agus.
Dinas Pendidikan setempat telah berupaya meningkatkan kualitas dan pelayanan di sekolah-sekolah tersebut. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan potensi murid. "Kemudian kalau persaingan dengan sekolah lain, justru memacu kami meningkatkan kualitas. Kemudian untuk sekolah yang siswa di bawah 10 itu ada laporan tapi belum kami data lengkap. Kami masih proses pendataan," tandasnya.
Kondisi ini menggambarkan tantangan nyata di daerah dengan tingkat kelahiran rendah. Sekolah tidak bisa disalahkan sepenuhnya, karena faktor utama adalah ketiadaan lulusan TK. Meski begitu, upaya sosialisasi dan peningkatan kualitas terus dilakukan agar sekolah tetap bertahan dan siap menerima siswa di masa mendatang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
